USAF Ingin Lengkapi MQ-9 Reaper dengan Rudal Udara ke Udara

MQ-9 Reaper

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) ingin melengkapi sistem pesawat tak berawak General Atomics Aeronautical Systems Inc (GA-ASI) MQ-9 Reaper dengan kemampuan rudal udara ke udara (AAM).

Hal ini akan mengubah platform Reaper yang selama ini hanya digunakan untuk misi serangan darat dan intelijen.

Air Force Life Cycle Management Center (AFLCMC) Medium Altitude UAS Division  mengungkapkan pada 7 Maret 2018 bahwa mereka bermaksud memberikan kontrak untuk pengembangan MQ-9 Reaper Air-to-Air Missile (RAAM) Aviation Simulation (AVSIM) sebagai langkah awal dalam proses peningkatan kemampuan tersebut.

Tidak ada rincian mengenai jenis atau kemampuan usulan AAM yang diungkapkan, baik usulan pengembangan maupun penetapan batas waktu serta nilai kontrak.

Reaper saat ini dapat membawa hingga 16 rudal AGM-114P Hellfire. Drone ini juga telah mampu membawa dua bom dipandu GBU-12 Paveway II dan varian GBU-38 500 lb dari Joint Direct Attack Munition (JDAM).

Sampai saat ini, Reaper telah dipekerjakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dan serangan darat saja. Kemampuan untuk menjatuhkan target udara akan menjadi peningkatan signifikan dari pesawat tanpa awak tersebut.

 

Meski peningkatan semacam itu akan menjadi yang pertama bagi Reaper, USAF telah memasang AAM jarak pendek ke UAV yang lain.

Facebook Comments