For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Eks Agen Ganda Rusia Sakit Parah Karena Keracunan Zat Tak Dikenal

Sergei Skripal/Telegraph

Seorang mantan agen ganda Rusia, yang dihukum Moskow karena mengkhianati puluhan petugas sandi demi Inggris, sakit parah dan dibawa ke rumah sakit pada Selasa 5 Maret 2018, setelah keracunan zat tidak dikenal di daerah Inggris selatan.

Sergei Skripal, yang pernah menjadi kolonel di dinas intelijen militer Direktorat Intelijen Utama (GRU) Rusia, diberi suaka di Inggris setelah dipertukarkan pada 2010 dengan mata-mata Rusia yang tertangkap di Barat sebagai bagian dari pertukaran mata-mata Perang Dingin di landasan parkir bandar udara Wina.

Namun, mantan mata-mata berusia 66 tahun tersebut dan seorang wanita berusia 33 tahun, yang dikenalnya, ditemukan tidak sadarkan diri di bangku di pusat perbelanjaan pada Minggu di kota Salisbury, Inggris, setelah keracunan oleh yang polisi katakan zat tidak dikenal. Keduanya dalam keadaan gawat dan dalam perawatan intensif.

Pihak berwenang Inggris mengatakan bahwa tidak ada risiko yang diketahui kepada publik, polisi menutup area di mana mantan mata-mata tersebut ditemukan dan sebuah restoran pizza bernama Zizzi di pusat kota Salisbury. Beberapa penyidik mengenakan setelan pelindung diri dari bahan kimia berwana kuning.

Polisi Inggris tidak merilis nama mereka yang dirawat, namun dua sumber yang dekat dengan penyelidikan tersebut mengatakan bahwa orang yang sedang mengalami sakit kritis adalah Skripal. Tidak dijelaskan apa zat tersebut, kata mereka.

“Ini belum diumumkan sebagai insiden kontra-terorisme dan kami akan mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi,” kata Asisten Kepala Polisi Wiltshire, Craig Holden kepada wartawan.

“Saya harus menekankan bahwa kita mempertahankan pemikiran terbuka, dan bahwa kita terus meninjau posisi ini,” tambahnya.

Hubungan antara Inggris dan Rusia telah menegang sejak pembunuhan mantan agen Komite Keamanan Negara (KGB) Alexander Litvinenko dengan radioaktif polonium-210 di London pada 2006, sebuah pembunuhan yang menurut penyelidikan Inggris kemungkinan disetujui oleh Presiden Vladimir Putin. Kremlin telah berulang kali membantah terlibat dalam pembunuhan Litvinenko.

Litvinenko, 43, seorang kritikus lantang Putin yang melarikan diri dari Rusia ke Inggris selama enam tahun hingga hari sebelum dia diracuni, meninggal setelah minum teh hijau yang dicampur dengan isotop radioaktif langka dan sangat keras di Hotel Millennium London. Butuh beberapa waktu bagi dokter Inggris untuk mengetahui penyebab penyakit Litvinenko.

Seorang Rusia lain, Alexander Perepilichny, yang membantu penyelidikan Swiss mengenai pencucian uang Rusia, ditemukan tewas pada 2012 di Inggris. Polisi mengesampingkan permainan kotor, meski ada kecurigaan bahwa dia mungkin dibunuh dengan racun langka. Pemeriksaan resmi belum memberikan kesimpulan pasti tentang bagaimana dia meninggal.

Facebook Comments