For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Tetap Jadi Misteri, Serangan Sonic Pada Diplomat AS di Kuba Akibatkan Masalah Serius

Kompleks Kedubes Amerika di Kuba

Sebuah tim dokter telah menyimpulkan bahwa penyakit misterius yang mengganggu diplomat Amerika di Kuba yang  dikaitkan dengan “senjata sonik” misterius telah memunculkan cedera otak traumatis yang serius.

Sebuah laporan awal yang disiapkan oleh dokter dari University of Pennsylvania menyatakan bahwa 24 personel Departemen Luar Negeri yang dikirim ke Kuba telah menderita luka pada jaringan otak yang meluas. Laporan tersebut tidak secara meyakinkan memanggil penyebab luka-luka tersebut.

Ars Technica melaporkan bahwa ilmuwan University of Pennsylvania yang melakukan studi tersebut membandingkan gejala tersebut dengan gejala gegar otak-namun tanpa kejadian fisik yang menyebabkannya hal itu terjadi.

Cedera dialami beberapa personel diplomatik pertama yang memasuki Kuba setelah Amerika memutuskan untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan negara kepulauan tersebut pada tahun 2014. Kuba adalah negara klien Uni Soviet dan berada di bawah embargo diplomatik dan ekonomi oleh Amerika Serikat dalam beberapa dekade.

Dari 21 individu yang berpartisipasi dalam penelitian ini, 76 persen di antaranya menggambarkan diri mereka mengalami kesulitan mengingat dan berada dalam “kabut mental”, dan 71 persen mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Sementara itu 67 persen melaporkan “iritabilitas, masalah keseimbangan serta kesulitan untuk tertidur dan sensitivitas suara. Mayoritas juga melaporkan masalah lain, termasuk  mengantuk atau kelelahan, tinitus, kesulitan membaca, dan masalah visual.

Banyak dari mereka yang mengalami gejala ini mengaku mendengar suara aneh, dari “berdengung” hingga “menusuk tajam,” yang sepertinya ditujukan pada individu. Setelah itu, individu tersebut melaporkan penyakit aneh yang tampaknya berbasis neurologis.

Tim University of Pennsylvania menyimpulkan bahwa halusinasi massal, virus, atau agen kimia tidak mungkin terjadi. Peristiwa tersebut berhenti pada tahun 2016, setelah diumumkan.

Sejumlah teori muncuk salah satunya menduga para diplomat tersebut menjadi korban serangan melalui senjata sonik oleh unsur-unsur pemerintah Kuba yang tidak senang dengan rekonsiliasi politik dengan Amerika Serikat.

Pejabat Kuba bersikeras tidak ada hubungannya dengan serangan tersebut. Selain itu Kuba, bukan sarang teknologi, yang mampu mengembangkan senjata canggih semacam itu.

Teori lain adalah bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, yang merupakan mantan agen KGB sebagai tertuduh. Moskow diduga menggunakan senjata sonik yang dikembangkan oleh Uni Soviet atau Rusia. Tetapi teori ini pun tidak didukung bukti sama sekali.

Facebook Comments