Boeing Terima Rp169 Triliun untuk Upgrade Sistem Pertahanan Rudal Amerika
Ground-based Midcourse Defense (GMD) Interceptor

Boeing Terima Rp169 Triliun untuk Upgrade Sistem Pertahanan Rudal Amerika

Boeing telah mendapatkan kontrak tambahan dari Pentagon untuk pengembangan dan pemeliharaan sistem pertahanan rudal berbasis darat darat atau Ground-based Midcourse Defense (GMD) senilai US$6,56 miliar atau sekitar Rp88 triliun

Ini adalah kontrak tambahan dari yang  sebelumnya diberikan Kementerian Pertahanan Amerika kepada Boeing yang menjadikan total kontrak senilai US $ 12,6 miliar atau sekitar Rp169 triliun.

Kontrak modifikasi baru akan menjadi usaha bersama antara Boeing, Orbital ATK, Northrop Grumman Systems dan Raytheon.

Ground-based Midcourse Defense, atau GMD, adalah bagian dari sistem pertahanan rudal balistik Amerika Serikat dan memberi para komandan kemampuan untuk menargetkan dan menghilangkan ancaman rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh  saat berada di di ruang angkasa.

Di bawah kontrak modifikasi  Boeing akan mempercepat penyempurnaan yang dibutuhkan GMD untuk lebih memperlancar dan mempercepat pengiriman  rudal dengan 20 silo rudal tambahan, serta dua silo tambahan yang sudah dibangun di Fort Greely di Alaska.

Boeing akan membantu dalam pengadaan dan penggelaran 20 tambahan Ground-Based Interceptors. Kontrak yang dimodifikasi ini juga memungkinkan Boeing memberikan dukungan teknis dan mengintegrasikan upgrade sistem pertahanan rudal ke versi terbaru  agar kemampuan pertahanan tetap relevan dengan ancaman terkini..

Pentagon mengatakan bahwa kontraktor utama Boeing, dan subkontraktornya, telah secara kolektif menunjukkan kemampuan dan keahlian khusus yang tidak dapat dilakukan oleh perusahaan lain untuk melakukan layanan atau pengiriman  tanpa penundaan.