For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Udara Inggris akan Hancurkan 16 Jet Tempur Typhoon

Angkatan Udara Inggris atau Royal Air Force (RAF) akan mempensiun 16 jet tempur Eurofighter Typhoon mereka. Hal ini akan menghemat biaya operasional armada tempur hingga 800 juta euro.

Sayangnya, pesawat tidak ditawarkan untuk dijual bekas jadi jangan berharap untuk membelinya. Inggris justru memilih menghancurkan pesawat tersebut dan mengambil suku cadang yang masih bisa digunakan pada sisa armada Typhoon.

Air Command RAF di High Wycombe di Buckinghamshire kepada menanggapi permintaan Freedom of Information (FOI) Act IHS Jane Senin 29 Januari 2018 mengatakan proyek yang dikenal dengan Reduce to Produce (RTP), bertujuan untuk menghasilkan bagian senilai 50 juta euro dari masing-masing badan pesawat untuk kembali ke rantai pasokan.

Pesawat yang akan dipensiun dan dibongkar ini merupakan Typhoon dua kursi. Pesawat ini lebih sering digunakan untuk misi pelatihan pilot tempur baru.

Inggris masih akan menjadikan Typhoon sebagai tulang punggung kekuatan udaara mereka. Jet tempur ini akan menerima senjata baru yang ampuh  yakni rudal udara ke udara jarak jauh Meteor. Rudal pelacak radar dengan tenaga ramjet ini menjadi salah satu pencegat paling mampu yang ada di gudang NATO.

Penambahan Meteor akan secara besar-besaran meningkatkan kemampuan pertempuran udara udara Typhoon. Dikombinasikan  dengan kinerja tinggi, ketinggian dan kecepatan Typhoon, Meteor menawarkan jangkauan yang luar biasa. Ditambah dengan  panduan radar yang lebih baik akan menjadikan tandem keduanya menjadi bahaya yang tidak bisa dianggap enteng oleh siapapun. Kunci dari kemampuan rentang Meteor adalah propulsi ramjetnya.

Untuk sepenuhnya memanfaatkan kemampuan Meteor, Angkatan Udara Inggris berharap bisa memasang radar active electronically scaned array (AESA) CAPTOR-E  pada tahun 2021.

Tetapi  pesawat akan memiliki kemampuan penuh untuk menggunakan Meteor meski menggunakan radar mekanis yang digunakan  saat ini . Hanya saja diakui tidak akan bisa menggunakan semua fitur senjata baru tersebut.

Typhoon – meskipun  awalnya dioptimalkan untuk peran superioritas udara kelas atas,  jet juga dikembangkan sebagai jet tempur multirole yang mampu melakukan serangan udara ke darat.

Typhoon datang ke Angkatan Udara Inggris  pada awalnya sebagai pengganti Panavia Tornado F.3, yang merupakan pencegat khusus yang dirancang untuk mempertahankan kepulauan Inggris. Namun jet tempur baru ternyata memiliki kemampuan kuat dalam serangan darat. Kemampuan yang diperlukan untuk mengganti pembom Tornado GR.4.

Typhoon Inggris awalnya menerima kemampuan serangan untuk operasi NATO menggulingkan  pemimpin Libya Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Pada saat itu, pesawat hanya bisa menjatuhkan bom GBU-16 Paveway II seberat 1.000 kilogram dipandu laser  dengan Tornado GR.4 yang memberikan penunjukan target menggunakan pod Litening III mereka.

Namun sejak itu kemampuan serangan Typhoon telah berkembang pesat. Saat ini Typhoon Inggris telah  mengintegrasikan Paveway IV seberat 500 lb  yang dapat dipandu menggunakan panduan inersial,  GPS atau laser atau kombinasi ketiganya.

Tapi RAF tidak akan berhenti di situ, Inggris berharap bisa menambahkan rudal jelajah jarak tempuh 300+ mil laut ke jet ini.  Inggris juga bekerja mengintegrasikan rudal udara ke darat Brimstone, yang menggabungkan panduan radar gelombang milimeter dan sistem panduan laser baru untuk  Typhoon pada 2018.

Facebook Comments