For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Benar kan, Tidak Ada Rencana Membangun F-35 di India

Dalam beberapa hari, beberapa gerai berita dan blog militer di berbagai negara, termasuk Indonesia memuat berita berdasarkan laporan Press Trust of India (PTI)  yang menyatakan bahwa Lockheed Martin telah mengusulkan untuk membangun “F-35” yang dibuat khusus di India.

JejakTapak menyebut berita tersebut aneh karena ada kemungkinan ada kesalahan penulisan antara F-35 dan F-16 oleh gerai berita tersebut. Dan ternyata hal itu terbukti.

“Produksi F-35 berbasis di fasilitas Fort Worth, Texas, dan Final Assembly and Checkout Operations (FACO) berlokasi di Cameri, Italia, dan Nagoya, Jepang.  Kabar produksi F-35 di India adalah laporan yang salah. Percakapan itu terkait dengan produksi F-16, ” kata juru bicara Lockheed Michael Friedman Senin 22 Januari 2018.

Seorang pejabat tinggi Kementerian Pertahanan India mengatakan kepada Defense News bahwa “tidak ada rencana semacam itu, dan tidak ada proposal resmi yang datang dari pemerintah Amerika dan Lockheed Martin untuk memproduksi F-35 di India di masa depan.”

Bagi mereka yang mengikuti program F-35, pemikiran Lockheed yang menawarkan kemitraan semacam itu dengan India secara tiba-tiba akan terasa aneh, atau mungkin tidak terpikirkan.

Meskipun mungkin India pada akhirnya akan membeli F-35 – dan jika memang demikian, hampir pasti akan mengumpulkan beberapa partisipasi industri. Selain itu ada beberapa alasan mengapa Lockheed saat ini tidak perlu menawarkan kesepakatan ini ke India.

Salah satu alasannya tidak ada kebutuhan mendesak. Lockheed saat ini sedang menegosiasikan 11 lot produksi tingkat rendah untuk program F-35, dengan ribuan pesawat masih harus diproduksi dan banyak kesepakatan luar negeri mungkin terjadi.

Oleh karena itu, produksi dan perawatan pesawat diperlakukan seperti peluang oleh Lockheed dan Kantor Program Bersama F-35, untuk menyelesaikan kontrak tersebut di antara pelanggan sebagai cara untuk menurunkan biaya.

Jika pembicaraan terkait dengan F-16 memang masuk akal karena India memang sedang mencari pesawat tempur satu mesin. Lockheed Martin memang menawarkan produski di India jika dipilih. Tetapi belum ada keputusan terkait hal itu karena Saab Swedia juga menawarkan pesawatnya Gripen-E.

Transfer teknologi F-16 juga memungkinkan mengingat pesawat ini sudah cukup lama dibangun yakni sejak 1970 dan telah diekspor secara luas. Jalur proudksi juga telah dibuat di Korea Selatan dan Turki.

Sementara F-35 adalah pesawat militer Amerika yang paling maju, dilengkapi dengan teknologi dan perangkat lunak sensitif yang, jika jatuh ke tangan yang salah, dapat mengancam keunggulan Amerika Serikat dalam pertempuran udara. Penjualan sangat terkendali dan terbatas pada negara-negara NATO dan sekutu dekat seperti Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Jadi sangat sulit untuk India bisa mendapatkan transfer teknologi yang menjadi syarat utama mereka untuk membeli senjata.

Kesimpulannya berita tentang rencana produksi F-35 di India adalah hoax yang mungkin berasal dari kesalahan media dan dikutip begitu saja oleh media lain.

Tetapi untuk mengatakan hoax jangan asal. Jangan gara-gara tidak senang dengan beritanya terus mengatakan hoax. Berani mengatakan hoax harus berani memunculkan informasi yang benar. Itu yang banyak diucapkan juga oleh pembaca JejakTapak. Asal berita tidak disuka langsung divonis hoax.

Facebook Comments