For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika Setuju Jual 34 F-35 ke Belgia Senilai Rp87 Triliun

F-35A / Dafydd Philips

Amerika berencana untuk menjual 34 pesawat tempur F-35A Joint Strike Fighter ke Belgia dengan nilai mencapai US$ 6,53 miliar atau hampir Rp87 triliun.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada Kongres Jumat 19 Januari 2018 penjualan militer asing yang diusulkan tersebut mencakup pesawat terbang, mesin cadangan dan berbagai sistem komunikasi dan navigasi.

“Penjualan ini memberi Belgia kemampuan pertahanan yang kredibel untuk mencegah agresi di wilayah tersebut dan memastikan interoperabilitas dengan pasukan Amerika,” demikian pernyataan Badan Keamanan dan Keamanan Pertahanan Amerika Serikat atau  Defense Security Cooperation Agency.

Pemerintah Belgia telah meminta persetujuan untuk membeli 34 pesawat F-35  dan 38 mesin Pratt & Whitney F-135 (34 terpasang, 4 suku cadang ). Juga termasuk Electronic Warfare Systems; Komando, Kontrol, Komunikasi, Komputer dan Intelijen / Komunikasi, Navigasi, dan Identifikasi (C4I / CNI) serta  Autonomic Logistics Global Support System (ALGS) dan Autonomic Logistics Information System (ALIS).

Angkatan Udara Amerika telah menerbangkan pesawat F-35A, yang lepas landas dan mendarat dengan konvensional. Sementara Korps Marinir menerbangkan versi F-35B yang mampu mendarat dan lepas landas secara vertikal. Untuk Angkatan Laut Amerika mengoperasikan F-35C dari kapal induk mereka.

Beberapa sekutu Amerika juga telah membeli F-35, termasuk Jepang, Israel, Inggris, Australia, Norwegia, Italia dan Turki, bersama beberapa negara lain. Sementara Finlandia, Jerman, Swiss dan Spanyol juga berencana untuk mengakuisinya.

F-35 Lockheed Martin, menjadi program senjata termahal sepanjang sejarah dan  diperkirakan menghabiskan biaya US$ 400 miliar untuk 2.457 pesawat. Mahalnya biaya program telah mengundang sejumlah kritik.

Bahkan Presiden Trump saat kampanye menjadi pengkritik keras program tersebut, tetapi kini di mana-mana dia selalu membanggakan jet tempur generasi kelima itu.

Facebook Comments