For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Turki Mulai Serang Afrin, Situasi Bisa Semakin Kacau

Angkatan Bersenjata Turki dilaporkan melakukan setidaknya 10 serangan terhadap posisi pasukan Kurdi di Afrin, Suriah utara.

Haberturk TV dalam laporannya Jumat 19 Januari 2018 menyebutkan serangan dibuka dari provinsi Hatay yang berbatasan dengan Turki. Unit-unit Kurdi membalas menembakkan beberapa artileri ke wilayah Turki.

Ankara tidak mengesampingkan kemungkinan untuk melakukan operasi terhadap orang Kurdi dari Partai Persatuan Demokratik dan milisi militer yang dianggap sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan Suriah. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pada hari Senin bahwa “operasi di Afrin melawan kekuatan teror dapat dimulai kapan saja.”

Pada hari Selasa, angkatan bersenjata Turki mengerahkan setidaknya 10 tank ke perbatasan dengan Suriah. Menurut Haberturk, mobilisasi terus dilakukan di wilayah perbatasan.

Serangan ini akan menambah situasi Timur Tengah semakin tidak menentu. Suriah telah mengingatkan Turki jika melakukan serangan maka akan dianggap sebagai agresi ke negara tersebut dan akan dihadapi.

Ankara memandang YPG sebagai perpanjangan kelompok militan Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan di Turki tenggara sejak 1984. Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa menganggap PKK sebagai kelompok teroris.

Namun situasi memanas ketika Amerika menyatakan akan membentuk pasukan perbatasan yang terdiri dari 30.000 kekuatan Kurdi. Hal ini mengundang kecaman baik dari Suriah, Turki, Rusia dan Iran. Amerika kemudian mengatakan tidak mendukung Kurdi di Afrin.

“Gagasan semacam itu yang membahayakan keamanan nasional kami dan integritas wilayah Suriah dengan melanjutkan kerja sama dengan PYD/YPG, yang bertentangan dengan komitmen dan pernyataan Amerika Serikat tak pernah diterima,” kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson mengatakan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu untuk menjelaskan masalah itu dan menyebut keadaan tersebut sebagai “salah paham, salah tafsir”.

“Kami menyuarakan ketidaknyamanan kami dalam pertemuan yang kami lakukan dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri. Namun, pernyataan Amerika Serikat tidak sepenuhnya memuaskan kami,” kata Cavusoglu kepada CNN Turk, dalam wawancara.

Cavusoglu mengulangi peringatan Turki bahwa pihaknya akan melakukan intervensi secara militer di wilayah Afrin yang dikuasai Kurdi yang dekat dengan perbatasan Turki, dan mengatakan bahwa dia telah mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa Ankara tidak ingin menghadapi sekutu di sana.

“Kami akan melakukan intervensi di Afrin. Kami juga akan bergerak menuju ke timur sungai Efrat untuk melawan ancaman,” kata Cavusoglu.

Sementara itu, Tentara Suriah bertekad untuk mengakhiri segala bentuk kehadiran Amerika Serikat di negara tersebut, kata televisi pemerintah. Kementerian luar negeri Suriah mengecam pasukan perbatasan yang didukung Amerika Serikat sebagai “serangan terang-terangan” atas kedaulatannya, menurut media pemerintah.

Facebook Comments