For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Setelah 30 Tahun, Swedia Kembali Terbitkan Pamflet Jika Terjadi Perang

Setelah absen hampir 30 tahun, Swedia kembali menerbitkan pamflet era Perang Dingin di tengah kekhawatiran keamanan yang meningkat. Pamflet-pamflet itu diperbarui sesuai konteks kekinian kemudian dikirim ke semua rumah tangga di negara Nordik yang berjumlah sekitar sepuluh juta.

Om kriget kommer (“Jika Perang Datang”) pertama kali dikeluarkan pada tahun 1940an, ketika Swedia yang netral meyakini invasi musuh yang akan segera terjadi. Selama Pekan Kesiapsiagaan Darurat pada akhir Mei 2018, diperkenalkan versi diperbarui dari brosur tersebut yang akan dikirimkan ke 4,7 juta rumah tangga Swedia. Hal ini terakhir dilakukan ketika era Perang Dingin yang berakhir tahun 1991.

Christina Andersson dari Swedish Contingencies Agency (MSB), yang bertugas memproduksi versi baru pamflet tersebut, mengatakan kepada harian Aftonbladet bahwa pemerintah melihat ada kebutuhan masyarakat untuk mengetahui bagaimana mempersiapkan sebuah krisis dan ancaman perang.

“Ada sejumlah konsep yang terkait dengan peperangan dan serangan militer yang belum pernah kami komunikasikan kepada masyarakat selama bertahun-tahun. Ini adalah tantangan,” kata Andersson Rabu 17 Januari 2018.

Selain ancaman perang  sebenarnya, pamphlet yang diperbarui tersebut juga mengajarkan orang Swedia untuk menangani serangan teror, bencana alam dan ancaman digital, termasuk kampanye psyop dan disinformasi musuh.

Pamflet yang diperbarui ini menawarkan saran praktis tentang kesiapan rumah tangga termasuk penanganan dasar-dasar seperti makanan, air, pemanas dan komunikasi, barang-barang yang harus dikemas ke tempat penampungan terdekat ( seperti kartu pengenal, pakaian dan masker gas) dan, akhirnya, bagaimana menangani ” berita palsu “dan propaganda yang disebarkan musuh.

Munculnya kembali brosur semacam ini merupakan langkah lain dalam pembaruan keamanan Swedia. Tahun lalu, Swedia mengembalikan rancangan militer tersebut dengan mengutip isu ancaman Rusia.

Sebuah tinjauan pemerintah meminta penggandaan bunker era Perang Dingin, yang banyak di antaranya telah tidak digunakan lagi dalam beberapa dekade terakhir. Negara Nordik yang selama ini netral tersebut kini juga lebih mendekat ke NATO.

“Jika Perang Datang” disebarkan antara tahun 1943 dan 1991 dan paling diingat untuk frase berikut: “Setiap pernyataan bahwa perlawanan telah berhenti adalah PALSU!” Edisi terakhir brosur ini dicetak pada tahun 1980an dan hanya digunakan secara internal dalam pendidikan militer.

 

Facebook Comments