For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika: Kami Tidak Memberi Dukungan ke YPG di Afrin

Seorang pejuang YPG Kurdi berpatroli di dekat sebuah tank Turki di Aleppo Suriah pada tahun 2015 /Aljazeera

Setelah dihujat banyak negara tentang rencana membentuk pasukan Kurdi di perbatasan Suriah, Pentagon akhirnya angkat bicara. Mereka mengatakan pejuang Kurdi Suriah yang sebelumnya dipersenjatai oleh Amerika Serikat tidak lagi menjadi bagian dari pertempuran melawan ISIS dan koalisi pimpinan Amerika tidak mendukung mereka.

Komentar tersebut merupakan indikasi pertama oleh pejabat Amerika bahwa pasukan pimpinan Amerika mungkin tidak melakukan intervensi jika Turki melakukan operasi militer lintas batas untuk menghapus kelompok yang dikenal sebagai YPG, yang mengendalikan wilayah Afrin di sepanjang perbatasan selatan Turki.

Komentar yang dilaporkan oleh kantor berita Turki Anadolu tersebut keluar setelah pejabat senior Turki mengancam serangan yang akan segera terjadi terhadap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG).

Amerika telah memandang YPG sebagai kekuatan tempur paling efektif melawan ISIS Irak dan Suriah  dan telah menyediakan senjata, pelatihan, dan dukungan udara. Diperkirakan 8.000-10.000 tentara YPG beroperasi di wilayah Afrin di provinsi Aleppo, Suriah, yang berbatasan dengan daerah Hatay dan Kilis di Turki.

YPG dianggap sebagai “kelompok teroris” oleh Turki karena hubungannya dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang telah melancarkan konflik bersenjata selama beberapa dekade di Turki, menewaskan sekitar 40.000 orang.

Juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway mengatakan kepada Anadolu bahwa koalisi pimpinan Amerika tidak terlibat dengan YPG di wilayah Afrin.

“Kami tidak menganggap mereka sebagai bagian dari operasi mengalahkan ISIS kami, dan inilah yang kami lakukan di sana dan kami tidak mendukungnya. Kami sama sekali tidak terlibat dengan mereka,” kata Rankine-Galloway kepada kantor berita tersebut Rabu 17 Januari 2018.

Juru bicara koalisi pimpinan AS Kolonel Ryan Dillon mengatakan pasukannya tidak aktif di daerah Afrin, Suriah. “Kami tidak beroperasi di Afrin. Kami mendukung mitra kami dalam mengalahkan sisa kantong ISIS di sepanjang Sungai Efrat Tengah,” kata Dillon.

Ketika Al Jazeera menanyakan apakah melakukan intervensi jika Turki menyerang Afrin. “Tidak pantas dan tidak bertanggung jawab untuk berspekulasi mengenai situasi hipotetis,” kata Kantor Urusan Publik menanggapi dalam sebuah email.

“Yang bisa kami katakan adalah bahwa koalisi internasional memutuskan untuk melatih, membekali dan mendukung SDF (Pasukan Demokratik Suriah) untuk mengalahkan ISIS.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah pada hari Minggu untuk membersihkan terorisme dari perbatasan selatan mereka dan menambahkan bahwa militernya akan menyerang YPG di Afrin dalam beberapa hari mendatang.

Komentar Erdogan menyusul pengumuman koalisi pimpinan Amerika bahwa mereka akan melatih 30.000 pejuang dari SDF yang didominasi YPG untuk bertindak sebagai “pasukan perbatasan” di Suriah utara. Iran, Suriah, dan Rusia juga menentang rencana tersebut.

Facebook Comments