Dulu Rakasa, Angkatan Laut Inggris dan Jerman Sedang Krisis Kronis

Destroyer Type-45 Inggris

Inggris dan Jerman pada masa lalu adalah kekuatan militer yang sangat ditakuti. Tetapi saat ini Angkatan Laut kedua negara tersbut benar-benar dalam krisis kronis dan kesiapan tempur mereka berada di titikt terendah dalam sejarah.

Hampir semua kapal perusak dan kapal selam Angkatan Laut Inggris kini ada di pelabuhan. Sementara Jerman tidak punya satupun kapal selam yang beroperasi.

Pada  20 Desember 2017, Angkatan Laut Inggris mengakui bahwa hanya satu dari 13 frigat Tyoe 23, yakni HMS St. Albans, bertugas melindungi perairan nasional Inggris. Sementara enam destroyer Type 45 mereka tidak bisa berlayar karena menjalani perbaikan.

Dua bulan sebelumnya, setelah sebuah kecelakaan melumpuhkan kapal selam U-35, Angkatan Laut Jerman, atau Deutsche Marine, juga dipaksa untuk mengakui bahwa ini berarti bahwa seluruh kapal selam Type 212A mereka harus masuk ke dok untuk perbaikan.

Namun Angkatan Laut Inggris masih berkeras mereka mampu untuk melakukan misi global dan melindungi wilayahnya. “Angkatan Laut Inggris tetap ditempatkan secara global untuk operasi dan akan melindungi kepentingan nasional kita sepanjang Natal dan Tahun Baru,” kata seorang juru bicara Angkatan Laut Inggris kepada The Telegraph. “Akan ada 13 kapal dan kapal selam yang dikerahkan perairan internasional dan dalam negeri  serta pencegah nuklir di laut.”

Dengan hanya satu dari dari 13 kapal  kombatan permukaan utama yang dikerahkan jelas ini merupakan masalah serius. Apa yang dikatakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris bahwa 2017 akan menjadi “Tahun Angkatan Laut Inggris” ternyata penuh dengan kekecewaan yang signifikan.

Frigate Type-23 Royal Navy

Pada bulan Juni 2017,  HMS Queen Elizabeth, kapal induk baru Inggris, pertama kali dberlayar ke laut. Sebelumnya pada bulan Desember 2017, Ratu Elizabeth II sendiri menugaskan kapal yang dinamai dengan nama penguasa Kerajaan Inggris abad ke-16 Ratu Elizabeth I tersebut. Ratu Elizabeth I dikenal sebagai dengan mengarahkan angkatan laut ke negara tersebut untuk menghancurkan Armada Spanyol.

“Hari ini menandai dimulainya sebuah tahapan yang sangat penting bagi Angkatan Laut Kerajaan, dan  negara ini, karena kapal induk masa depan ditugaskan ke armada Her Majesty,” kata Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson pada upacara peresmian pada 7 Desember 2017. Angkatan Laut Inggris juga sudah memulai pembangunan kapal induk kedua mereka HMS Prince of Wales.

Tetapi belum ada satu bulan kapal induk tersebut mengalami masalah karena salah satu poros baling-baling mengalami kebocoran, yang dilaporkan menyebabkan banjir yang signifikan namun singkat di salah satu kompartemen mesin.

Namun Royal Navy mencoba menganggap hal ini bukan sebagai masalah serius. “Ini tidak mencegahnya berlayar lagi dan program uji coba lautnya tidak akan terpengaruh,” juru bicara Royal Navy sebagaimana dilaporkan BBC.

Namun para kritikus dengan cepat menyebut kejadian memalukan tersebut menunjukkan kapal  harganya lebih dari US$ 4 miliar tersebut tidak siap siap untuk misi nyata, dengan atau tanpa pesawat terbang.

Angkatan Laut Inggris sudah kerap dikritik tidak memiliki kemampuan tempur tinggi bahkan jika semua frigat Type 23 dan Destroyer Type 45 beroprasi. Jumlah ini masih jauh dari ideal.

Next: Jerman Tak Punya Kapal Selam
Facebook Comments

Translate »