For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kritis, Persediaan Oksigen Kapal Selam Argentina yang Hilang Memasuki Hari Terakhir

Destroyer Angkatan Laut Argentina ARA Sarandi bersiap untuk mengambil bagian dalam pencarian kapal selam ARA San Juan/ The Guardian

Pencarian kapal selam ARA San Juan milik Angkatan Laut Argentina yang hilang sudah memasuki hari keenam. Kini mereka harus bergerak sangat cepat karena harus berkejaran dengan batas persediaan oksigen yang ada di kapal selam tersebut.

Jika kru masih hidup kapal selam maka diperkirakan hanya akan memiliki satu hari cadangan oksigen yang tersisa. Jika kapal ditemukan, submarine rescue chamber (SCR) akan segera diturunkan ke pintu masuk kapal selam dan membawa awak kapal ke permukaan dengan enam orang sekali evakuasi.

Juru bicara Angkatan Laut Argentina, Enrique Balbi, mengatakan bahwa operasi pencarian besar akan berlanjut sampai kapal tersebut ditemukan.

Tapi Balbi memperingatkan: “Kami mempertimbangkan semua kemungkinan dan jelas situasi yang paling kritis adalah kenyataan bahwa kita berada di hari keenam dari persediaan oksigen.” Upaya pencarian kini telah dipersempit ke area seluas 20km sejauh 20km (12 mil), tambahnya.

Peralatan dan personil penyelamatan Amerika meninggalkan pelabuhan Comodoro Rivadavia Argentina pada hari Selasa menuju lokasi terakhir San Juan diketahui.

SCR dan peralatan lainnya ditempatkan di kapal Skandi Patagonia, sebuah kapal eksplorasi minyak yang disewa oleh Angkatan Laut Amerika untuk misi penyelamatan. Kapal menuju ke tempat 432km (268 mil) timur pantai Argentina dari tempat kapal selam melakukan transmisi terakhirnya.

Sebanyak 49 kapal dan pesawat terbang dari Argentina, Amerika , Inggris, Brasil, Cile dan negara-negara lain memanfaatkan kondisi cuaca yang membaik pada Selasa. Lebih dari 100 personel berpartisipasi dalam operasi penyelamatan.

Angkatan laut AS mengatakan pihaknya menggelar empat kendaraan bawah laut tak berawak dalam pencarian tersebut.

Harapan sempat muncul ketika dilaporkan ada suar yang terlihat oleh kapal penyelamatan, ternyata suar itu bukan berasal dari San Juan. Suara di bawah laut terdeteksi sebelumnya pada hari Senin dan tujuh panggilan telepon satelit pada hari Sabtu juga bukan dari kapal selam yang hilang.

ARA San Juan kembali dari misi rutin ke Ushuaia, dekat ujung selatan Amerika Selatan, saat melaporkan mengalami “gangguan listrik”.  Menurut Komandan Angkatan Laut Argentina Gabriel Galeazzi, kapal selam itu muncul dan melaporkan rincian masalahnya, yang oleh Capt Galeazzi digambarkan sebagai “hubungan pendek” di baterai kapal.

Kapal kemudian diperintahkan untuk memotong misinya dan kembali ke pangkalan angkatan laut di Mar del Plata segera. Kapten ARA San Juan menghubungi pangkalan angkatan laut sekali lagi setelah melaporkan masalahnya.

Dalam pesan tersebut, dia dilaporkan mengatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki secara memadai dan kapal akan menyelam dan melanjutkan ke pangkalan angkatan laut Mar del Plata.

Kontak terakhir dibuat pukul 07:30 waktu setempat pada hari Rabu 15 November. Tidak diketahui apa yang terjadi dengan sub setelah kontak itu.

Facebook Comments