For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Gempa dan Tsunami Raksasa Intai Washington

Washington DC

Wilayah Pasifik Barat Laut Amerika Serikat dalam sebuah studi terbaru ternyata sangat rentan terhadap gempa bumi dan tsunami yang menghancurkan karena lokasinya di sepanjang Zona Subduksi Cascadia (CSZ), batas lempeng konvergen yang membentang dari Pulau Vancouver utara ke utara California,

Menurut para peneliti dari University of Texas, gempa besar lebih mungkin terjadi di lepas pantai Washington dan Oregon daripada di sebelah utara California karena sedimen dasar laut yang lebih kompak di lepas pantai utara yang kurang berpori dan memiliki sedikit air.

“Kami mengamati sedimen yang sangat kompak di lepas pantai Washington dan Oregon utara yang dapat mendukung pecahnya gempa dalam jarak yang cukup jauh dan dekat dengan pusat, yang meningkatkan bahaya gempa dan tsunami,” kata Shuoshuo Han, seorang peneliti postdoctoral di University of Texas dan penulis utama dari penelitian tersebut.

Dalam penelitian yang hasilnya dirilis Senin 20 November 2017 tersebut disebutkan zona subduksi adalah daerah di mana lempeng tektonik meluncur di bawah satu sama lain dan biasanya merupakan lokasi aktivitas geologi. Sedimen kompak di zona subduksi Cascadia cenderung menyebabkan gempa bumi dan tsunami.

Para periset menjelaskan bahwa zona subduksi Cascadia memiliki penumpukan tebal atau irisan sedimen di depan zona tumpang tindih. Timbunan endapan lebih mudah bergerak, yang meningkatkan kemungkinan gempa terjadi dangkal di bawah dasar laut dan air kemudian bergeser sehingga menyebabkan tsunami di pantai.

Dalam penelitian tersebut, peneliti mengumpulkan data dari survei seismik dari lapisan sedimen yang ditumpuk di zona subduksi di Pasifik Barat Laut dengan seismic streamers (pita seismic), yang menggunakan gelombang suara untuk mengumpulkan data.

“Studi seismic streamers ini memberikan alat terbaik yang tersedia bagi komunitas sains untuk secara efisien menyelidiki zona subduksi dalam resolusi tinggi,” tambah Suzanne Carbotte, seorang profesor penelitian geologi dan geofisika laut di Universitas Columbia, mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin.

Gempa besar terakhir di Pacific Northwest terjadi pada tahun 1700. Gempa besar di zona ini biasanya terjadi setiap 200 sampai 530 tahun. Ilmuwan meramalkan bahwa gempa lain akan terjadi, namun tidak dapat menentukan kapan tepatnya.

Facebook Comments