Biar Tanpa Izin Pemilik Rumah, Militer Amerika Betah di Suriah

Pos Amerika di Suriah Tenggara

Militer AS tidak berencana meninggalkan Suriah sampai proses permukiman Suriah di Jenewa membawa kesuksesan, kata Menteri Pertahanan AS Jim Mattis pada hari Senin.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Suriah sampai perundingan Jenewa membuahkan hasil. Selama ini kehadiran militer Amerika di negara tersebut tidak pernah seizin atau koordinasi dengan Damaskus.

“Kami tidak akan pergi sekarang sebelum proses Jenewa telah berhasil. Bukan berarti semua orang tetap di sana, tidak seperti itu pastinya. Beberapa pasukan akan pergi, saya hanya mengatakan bahwa saya tidak membuat keputusan itu [untuk menarik pasukan]. Kami akan memastikan bahwa kami menetapkan kondisi untuk solusi diplomatik,” kata Mattis kepada wartawan Senin 13 November 2017.

Koalisi pimpinan Amerika dari sekitar 70 anggota telah melakukan serangan udara, serta pasukan darat ke kelompok ISIS di Irak dan Suriah. Berbeda dengan di Irak di mana serangan dilakukan dengan izin dan koordinasi dengan Baghdad, di Suriah Amerika sama sekali tidak memperdulikan pemerintahan Basar Assad.

Selain itu, Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) juga menerima dukungan militer dari Amerika Serikat baik senjata maupun pelatihan.

Sebelumnya Presiden Turki, Teyyep Erdogan meminta Amerika dan Rusia menarik pasukannya dari Suriah menyusul pernyataan bersama Vladimir Putin dan Donald Trump bahwa tidak ada solusi militer di Suriah. “Jika mereka mengatakan tidak ada solusi militer, seharusnya segera menarik pasukan mereka,” katanya.

Dia sendiri tidak percaya Amerika akan menarik pasukannya dari negara tersebut. Apa yang terjadi di Irak membuktikan Amerika tidak mengatakan akan menarik pasukan, tetapi hal itu tidak pernah terjadi.

“Amerika Serikat mengatakan akan benar-benar meninggalkan Irak, tapi ternyata tidak. Dunia ini tidak bodoh, beberapa kenyataan menunjukkan hal yang berbeda dari yang diomongkan, “katanya.

Facebook Comments