India dilaporkan telah membuat Rusia marah karena memberikan kepada Amerika akses ke kapal selam nuklir mereka yang disewa New Delhi.
Insiden tersebut memang tidak pernah dikonfirmasi secara resmi namun disebut bisa mengancam kerja sama persenjataan antara Moskow dan New Delhi.
Beberapa sumber di berwenang Rusia mengkonfirmasi insiden tersebut kepada media Rusia Kommersant dan menyebut tindakan India tersebut sangat tidak etis. Dalam kerjasama sewa kapal selam secara tegas India harus menjaga kerahasiaan kapal selam teresbut.
Kommersant melaporkan sebuah delegasi Angkatan Laut Amerika juga mengunjungi kapal selam Vikramaditya dibeli dari Rusia dan sebelumnya bernama Admiral Gorschkow. Setelah kunjungan tersebut Rusia harus mengirim surat protes.
Namun ternyata insiden berlanjut ketika perwakilan Angkatan Laut Amerika mengunjungi INS Chakra, kapal selam nuklir yang disewa dari Rusia sejak 2012. Kapal selam ini dirusia dikenal sebagai K-152 Nerpa (Proyek 971, kelas Shchuka-B).
Portal lain melaporkan bahwa pejabat Angkatan Laut Amerika berada di kapal INS Chakra untuk mendapatkan wawasan tentang sistem kapal selam.
Seorang perwakilan industri pertahanan Rusia dalam percakapan dengan Kommersant menggambarkan kejadian itu sebagia hal yang “keterlaluan”. Bahkan meskipun Amerika tidak diberi dokumentasi teknis, tindakan itu tetap menjadi hal yang layak dicurigai dan.
India telah menjadi salah satu pembeli terbesar senjata Rusia selama bertahun-tahun. Menurut laporan tersebut, kejadian dengan kapal selam itu bisa mengacaukan lebih banyak penawaran senjata. Kommersant melaporkan pihak berwenang Rusia sudah mempersiapkan tindakan untuk menanggapi insiden tersebut. Salah satunya dengan sulitnya India untuk mendapatkan sewa kapal selam nuklir kedua dari Rusia.
Menurut Kommersant, Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, yang berniat datang ke India pada bulan Desember dengan salah satu kesepakatan terbesar untuk senjata Rusia, harus menghilangkan masalah yang telah menumpuk tersebut.
Selain masalah Chakra, dia harus menegosiasikan pembuatan pesawat tempur generasi kelima berdasarkan sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2007, namun sampai saat ini belum ada kesepakatan lebih lanjut. Pihak berwenang Rusia dan Kedutaan Besar India di Moskow tidak ingin mengomentari masalah tersebut.

