Dari Kadena Hingga Guam, Rudal China Jadi Ancaman Serius

Pangkalan Kadena Okinawa
Pangkalan Kadena Okinawa

Dalam laporan  RAND beberapa waktu lalu disebutkan China telah membuat perbaikan yang relatif cepat dan substansial untuk mampu mengganggu atau menurunkan kemampuan operasi udara Amerika dengan menyerang pangkalan udara.

Pada tahun 1996, China hanya memiliki segelintir rudal balistik jarak pendek (SRBM) yang mampu menyerang target di Taiwan dan Korea. Rudal PLA tidak bisa mencapai pangkalan AS di Jepang, dan akurasinya juga  miskin.

Saat ini militer China memiliki program rudal balistik yang paling aktif di dunia dan menyebarkan lebih dari 1.200 SRBM, bersama rudal balistik jarak menengah dan rudal jelajah darat yang mampu menargetkan pangkalan dan fasilitas lainnya di Jepang.

Sementara rudal jelajah udara  China (ALCM) menimbulkan setidaknya beberapa ancaman ke Guam, sekitar 3.000 km dari pantai China. Jika dan ketika China menyebarkan jarak menengah rudal balistik konvensional (IRBM), maka akan kerentanan Guam akan sangat meningkat.

“Sama pentingnya dengan jumlah dan rentang, akurasi rudal China juga telah meningkat secara dramatis, memungkinkan kekuatan untuk menargetkan fasilitas AS secara tepat,”  bunyi laporan tersebut.

Evolusi ancaman rudal dari tahun ke tahun diilustrasikan pada gambar berikut.

china rudal

china rudal 2

china rudal 3

china rudal 4

 

Next: Dua Skenario
Facebook Comments