For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Induk Inggris akan Menjelajah Medan Panas Pasifik

HMS Queen Elizabeth

Kapal Induk, Queen Elizabeth memang masih dalam tahap pengujian, tetapi  Angkatan Laut Inggris sudah memastikan kapal induk baru ini akan dikirim ke perairan paling panas saat ini, Pasifik.

“Saat kami akan membawa dua kapal induk baru kami beroperasi pada tahun 2020, dan saat kami memperbarui  kekuatan pertahanan kami, mereka akan terlihat di Pasifik,” kata Kim Darroch, Duta Besar Inggris untuk Amerika di  Washington Kamis 27 Juli 2017.

HMS Queen Elizabeth direncanakan akan dikirim ke Pasifik pada tahun 2021 di tengah kekhawatiran tentang kebebasan navigasi di wilayah ini. Pengiriman ke Pasifik berarti diarahkan kepada China yang terus meningkatkan agresivitasnya di Laut China Timur dan Selatan.

Hal ini memunculkan ketegangan dengan sejumlah negara, termasuk Amerika yang terus menantang klaim China dengan menggelar operasi kebebasan navigasi.

“Dan kami benar-benar berbagi tujuan dengan pemerintah Amerika  dan yang berikutnya, untuk melindungi kebebasan navigasi dan menjaga agar rute laut dan jalur udara terbuka. ”

Saat ini HMS Queen Elizabeth sedang melakukan uji coba laut dan akan diserahkan ke Royal Navy pada akhir tahun.

Mantan First Sea Lord George Zambellas mengatakan supercarrier tersebut akan menjadi simbol bagi kembalinya kekuatan Angkatan Laut Inggris.

“Ketika kapal induk pertama kami, HMS Queen Elizabeth, menyebarkan misi pertamanya dalam beberapa tahun, dengan pesawat tempur generasi kelima dan pesawat tak berawak dia akan memberi tahu dunia tentang kembalinya Inggris.”

Kapal Induk Kelas Queen Elizabeth adalah kapal perang terbesar dan paling kuat yang pernah dibangun  Angkatan Laut Inggris. Kapal akan membawa  sayap tempur kapal induk atau ‘Carrier Air Wing’ (CVW), yang sebelumnya dikenal sebagai Tailored Air Group (TAG).

Kapal induk ini  tersebut mampu mengerahkan berbagai pesawat dalam jumlah besar, sampai maksimum di atas 50 dalam kondisi tinggi.

Kapten Jerry Kyd, Komandan HMS Queen Elizabeth, mengomentari penyebaran awal dan peningkatan bertahap jumlah sayap udara:

“Kami dibatasi oleh tingkat pembelian F-35 meski dipercepat  pada tahun 2015, jadi jumlah kemampuan operasi awal pada tahun 2020 akan sangat kecil. Kami akan menyempurnakannya dengan helikopter, dan banyak bergantung pada jumlah F-35 Marinir Amerika yang akan ditempatkan di kapal induk kami  di tahun 2021. Namun pada tahun 2023, kami berkomitmen untuk 24 jet Inggris ada di atas kapal. ”

Baca juga:

Mampukah Queen Elizabeth Membuat Revolusi Kedua Angkatan Laut Inggris?

Facebook Comments