Mampukah Queen Elizabeth Membuat Revolusi Kedua Angkatan Laut Inggris?

Kapal Induk HMS Queen Elizabeth

Bagi Angkatan Laut Inggris, Queen Elizabeth merupakan nama legendaris. Sebelum digunakan untuk kapal induk terbaru mereka, Queen Elizabeth juga digunakan untuk nama sebuah battleship raksasa yang membuat revolusi kekuatan laut.

Kapal induk Queen Elizabeth akan menjadi lompatan besar bagi Angkatan Laut Inggris. Kapal raksasa ini akan menjadi salah satu upaya negara tersebut mengembalikan kebesaran masa lalu di mana Royal Navy tidak tertandingi di belahan bumi manapun.

Pada masa lalu, battleship Queen Elizabeth sukses menggemparkan laut. Queen Elizabeth kala itu adalah lompatan revolusioner dalam masa pertumbuhan yang sangat besar dan inovasi dalam perang konstruksi.

Dengan bobot 4.000 ton kapal kelas ini muncul sebagai yang terbesar dari yang pernah ada sebelumnya. Lima kapal perang atau Battleship kelas Queen Elizabeth menjadi senjata, terbesar di dunia pada saat itu. Mereka bisa berjalan 2-3 knot lebih cepat daripada kebanyakan kapal di eranya, dan mempertahankan kecepatan itu dalam waktu lama.

Battleship HMS Queen Elizabeth

Arsitektur battleship adalah sebuah seni tak kenal ampun; desain canggih menjadi usang dalam waktu kurang dari satu dekade. Queen Elizabeth mengalami ujian waktu, sebelum memberikan kontribusi tegas untuk kekuatan angkatan laut Inggris di Perang Dunia II.

Tapi kecepatan kapal dan fleksibilitas desain berarti bahwa mereka bisa mendapatkan keuntungan dari modifikasi yang signifikan. Tiga dari lima kapal memasuki layanan Perang Dunia II setelah renovasi besar-besaran yang mengubah mereka menjadi unit hampir modern.

Kapal kelas ini terlibat dalam hampir setiap tindakan penting  Angkatan Laut Inggris selama 30 tahun. Queen Elizabeth memimpin serangan Inggris ke Dardanelles. Empat kapal dari Fifth Battle Squadron di Jutland, mengalami kerusakan dahsyat ketika terjadi bertempur dengan battlecruisers Jerman dari Armada High Seas.

Dalam Perang Dunia II mereka melayani di Atlantik, dalam kampanye Norwegia, di Mediterania, di Normandia, dan akhirnya di Pasifik. Hanya satu kapal, HMS Barham, tenggelam setelah dihancurkan U-boat, sementara sisanya mengalami kerusakan serius karena berbagai hal selama perang.

Baca juga:

Mengapa Battleship Begitu Cepat Usang?

Facebook Comments