
Catatan uji Badan Pertahanan Rudal Amerika yang ditugaskan untuk mengembangkan, menguji dan mengolah sistem pertahanan rudal balistik, juga menunjukkan hasil yang beragam.
Sistem MDA memiliki banyak lapisan dan rentang dan menggunakan sensor di angkasa, laut dan di darat yang sekaligus membentuk pertahanan wilayah Amerika.
Salah satu komponennya, Ground-based Midcourse Defense System (GMD), menunjukkan tingkat keberhasilan di atas 55 persen. Komponen kedua, sistem Aegis yang ditempatkan di kapal Angkatan Laut Amerika, dan di darat, memiliki tingkat keberhasilan 83 persen.
Yang ketiga, Terminal High Altitude Area Defense, atau THAAD, memiliki tingkat keberhasilan 100 persen dalam 13 tes yang dilakukan sejak 2006.
Lockheed Martin Corp adalah kontraktor utama untuk THAAD dan Aegis. Boeing Co adalah kontraktor utama untuk GMD.
Menurut Congressional Research Service, sejak pemerintahan Presiden Ronald Reagan pada 1980-an, pemerintah Amerika telah menghabiskan lebih dari US$ 200 miliar untuk mengembangkan dan menyediakan berbagai sistem pertahanan rudal balistik mulai dari deteksi satelit hingga sistem Aegis berbasis laut.
Korea Utara Berkembang Cepat
Bulan lalu, Wakil Laksamana James Syring, yang saat itu direktur Badan Pertahanan Rudal, mengatakan kepada panel kongres bahwa kemajuan Korea Utara dalam enam bulan terakhir telah menyebabkan dia sangat khawatir.
Pakar rudal Amerika John Schilling, seorang kontributor proyek pemantauan Korut yang berbasis di Washington 38 North mengatakan laju pembangunan rudal Korea Utara lebih cepat dari perkiraan.
“Namun, mungkin akan memerlukan satu atau dua tahun pembangunan sebelum rudal ini dapat diandalkan dan akurat mencapai target bernilai tinggi benua Amerika, terutama jika dipecat dalam kondisi masa perang,” katanya.
Michael Elleman, seorang peneliti untuk Missile Defence di International Institute for Strategic Studies, mengatakan bahwa walaupun Korea Utara memiliki beberapa masalah untuk membuat ICBM yang dapat diandalkan, sama sekali tidak ada jaminan Amerika Serikat dapat melindungi dirinya sendiri. “Dalam pertahanan rudal sekalipun memiliki catatan uji 100 persen, tidak ada jaminan,” tegasnya.

