Aksi demonstrasi menentang pertemuan puncak G20 di Hamburg diwarnai kerusuhan dan bentrokan. Sedikitnya sepuluh kendaraan mewah Porsche dibakar pada Kamis 6 Juli 2017 waktu setempat, atau sehari sebelum pertemuan yang dijadwalkan diselenggarakan di kota tersebut pada 7 dan 8 Juli.
Mobil yang dibakar antara lain model 718, 911 Cabriolet, Macan, Cayenne, dan Panamera. Diperkirakan harga mobil yang dibakar tersebut total mencapai 1 juta euro atau sekitar Rp15 miliar.
Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada media pada Kamis bahwa bahan yang mudah terbakar ditemukan di lokasi sehingga pihak berwenang menduga itu adalah pembakaran yang disengaja.
https://www.youtube.com/watch?v=HR4YwUqwBF0
Polisi Hamburg menduga ada hubungan antara peristiwa itu dan pertemuan puncak G20. Namun, tak ada petunjuk mengenai pelaku pembakaran dan besarnya kerugian belum diketahui.
Lebih dari 100.000 pemrotes diperkirakan tiba di Hamburg untuk pertemuan puncak dua-hari itu. Pemerintah Jerman memperkirakan demonstrasi yang diikuti oleh tak kurang dari 8.000 orang tersebut berpotensi berubah jadi kerusuhan dan telah memperingatkan bahwa serangan terencana serta spontan terhadap personel pasukan keamanan dan prasarana kotapraja mungkin saja terjadi.
Protes juga berujung bentrokan dengan pasukan polisi Kamis malam. Pertemuan terbuka anti-globalisasi “Welcome to Hell” digelar pada Kamis sore secara damai, tapi belakangan berubah jadi kerusuhan pada malam harinya. Polisi menggunakan semprotan air, semprotan lada dan pentungan untuk membubarkan pengunjuk-rasa.
Polisi Hamburg mengatakan di akun Twitternya bahwa jumlah pemrotes bertambah jadi 12.000 pada malam hari. Polisi menyeru pemrotes damai agar menjauhkan diri dari pemrotes perusuh.
“Pelaku kerusuhan membekali diri mereka dengan perancah dan batu. Kami terkejut dengan aksi kekerasan ini,” kata polisi Hamburg.
Di beberapa tempat di Hamburg, serangan terhadap personel kondisi darurat dan kerusakan harta dilaporkan, kata polisi Hamburg di Twitter. Ditabahkannya, sebanyak 15 polisi cedera dan tiga di antara mereka harus dirawat di rumah sakit.
Stasiun N-Tv mengutip Andreas Blechschmidt, seorang penyelenggara demonstrasi “Welcome to Hell”, yang mengatakan beberapa demonstran cedera, termasuk mereka yang cedera akibat penggunaan bentungan oleh polisi.
Stasiun televisi itu pada Kamis larut malam melaporkan bahwa setelah demonstrasi “Welcome to Hell” dibubarkan, demonstrasi damai masih berlangsung di beberapa tempat di kota tersebut.
Karena kondisi mendesak, pawai itu berlanjut dengan kehadiran banyak polisi, tapi tetap damai untuk sementara. Polisi juga melaporkan meletusnya bentrokan baru oleh “banyak orang bertopeng”. Kerusuhan itu ditujukan kepada harta rakyat.

