Putin: Rudal Kh-101 Memang Top!
Kh-101 ditembakkan dari bomber Tu-160 Rusia /Sputnik

Putin: Rudal Kh-101 Memang Top!

Kementerian Pertahanan Rusia pada  Rabu 5 Juli 2017 mengatakan sekelompok pembom strategis Tu-95MS (Bear-F) Rusia yang dikirim pada hari sebelumnya melakukan serangan udara terhadap sasaran ISIS  di Suriah dengan menggunakan rudal Kh-101. Presiden Vladimir Putin secara terbuka memuji rudal terbaru tersebut.

“Sebagai contoh penggunaan senjata kami, termasuk dalam perang melawan teroris di Republik Arab Suriah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada militer dan perancang salah satu sistem rudal Kh-101 mutakhir kami. Rudal ini menunjukkan tingkat kehandalan yang sangat tinggi, “kata Putin pada sebuah pertemuan komisi untuk kerjasama teknik militer (MTC).

https://www.youtube.com/watch?v=nk6FtC-a1gQ

Dia memuji senjata Rusia yang digunakan untuk melawan teroris di Suriah. “Saya akan mencatat bahwa senjata Rusia menunjukkan kehandalan dan kemampuan hebat selama operasi anti-teroris di Suriah,” kata Putin sebagaimana dilaporkan Sputnik Kamis 6 Juli 2017.

Dia menambahkan bahwa saat mengekspor persenjataan, Rusia mempertimbangkan situasi internasional untuk mencegah intensifikasi konflik apapun.

Kh-101 (dalam bahasa Rusia: X-101) adalah rudal jelajah strategis Rusia yang diluncurkan di udara. Rudal diproduksi dengan menggunakan teknologi modern untuk mengurangi visibilitas radar. Senjata ini  bisa menghancurkan target hingga 4.500 kilometer jauhnya.

https://www.youtube.com/watch?v=dB5DjZd90mE

Rudal ini juga memiliki varian yang bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Kh-101 menggunakan GLONASS, sistem navigasi satelit Rusia, untuk koreksi lintasan dan dilaporkan memiliki akurasi lima sampai enam meter.

Kh-101, yang beroperasi sejak 2013, pertama kali diuji pada 1990-an. Rudal tersebut adalah salah satu senjata terbaru dan berteknologi canggih yang membuat debut mereka di Suriah. Senjata ini pertama kali digunakan dalam pertempuran pada 17 November 2015 sebagai bagian dari kampanye udara terbatas Rusia.

Baca juga:

Lima Senjata Paling Mematikan di Arsenal Rusia Pada 2030