Kisruh Qatar Gara-Gara Elang?

Kisruh Qatar Gara-Gara Elang?

Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuduh Doha telah mendukung gerakan teroris.

Kini muncul dugaan tuduhan itu terkait keputusan Qatar yang mungkin telah membayar tebusan sebesar US$ 1 miliar atau sekitar atau sekitar Rp13 triliun  untuk membebaskan anggota keluarga kerajaan yang ditangkap saat berburu elang.

Financial Times melaporkan Pembayaran uang tebusan hingga US$ 1 miliar ke pasukan yang terkait Iran dan al-Qaeda di Suriah inilah yang mungkin merupakan titik kritis  hubungan Qatar dengan negara-negara teluk.

Qatar membayar uang tebusan yang lumayan untuk menjamin pembebasan 26 anggota partai falconry, beberapa di antaranya adalah anggota keluarga kerajaan Qatar, yang telah berburu di Irak selatan,” kata komandan kelompok militan dan pejabat pemerintah di wilayah tersebut kepada Financial Times Senin 5 Juni 2017.

Untuk diketahui, elang di negara-negara Timur Tengah merupakan binatang elite yang dipelihara para orang kaya. Burung ini bisa dikatakan sebagai simbol status sosial.

Berita tentang uang tebusan Qatar terjadi setelah Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Libya  memutuskan hubungan dengan Doha pada hari Senin.

SPA,  kantor berita negara Saudi, melaporkan bahwa kerajaan tersebut memutuskan hubungan karena Qatar “melindungi beberapa kelompok teroris dan sektarian yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas di kawasan ini, termasuk Ikhwanul Muslimin, ISIS dan Al-Qaeda, dan mempromosikan pesan tersebut dan skema kelompok ini melalui media mereka terus-menerus, “menurut Reuters.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain mewakili negara-negara Teluk Arab yang paling menonjol dan kekuatan utama di dunia Islam Sunni, yang menyaingi pengaruh Iran dan Syiah mereka di Timur Tengah.

Qatar dan negara-negara Teluk Arab lainnya telah bertengkar di masa lalu karena sikap Qatar yang lebih lemah terhadap Iran dan dukungan mereka untuk Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Islam transnasional yang didirikan di Mesir. Namun  seorang sumber mengatakan kepada Financial Times bahwa “pembayaran tebusan adalah jerami yang mematahkan punggung unta.”

Baca juga:

Ealah, Pangeran Saudi Beli 80 Kursi Pesawat untuk Bawa 80 Elang