For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

India Terus Bangun Lapangan Udara Militer di Sepanjang Perbatasan China

Kementerian pertahanan India telah meminta badan-badan di bawahnya untuk mengembangkan landasan pendaratan yang lebih dekat dengan Line of Actual Control (LAC) di Arunachal Pradesh yang akan berfungsi untuk penyebaran aset strategis, dan juga cadangan ketika lapangan udara yang ada dihancurkan dalam kasus perang.

LAC adalah perbatasan de facto antara India dan China, dan Beijing mengklaim Arunachal Pradesh sebagai bagian dari Tibet Selatan.

Sekretaris Pertahanan India G. Mohan Kumar mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Kepala Menteri Arunachal Pradesh Pema Khandu terkait pembangungan lapangan militer Tawang  dan  meminta administrasi Arunachal untuk mengembangkan landasan pendaratan lainnya di Dirang. Tawang hanya berjarak 22 mil (35,4 km) dari perbatasan China.

Pemerintah India telah menyetujui rekonstruksi tujuh Advanced Landing Grounds (ALG) pada tahun 2009 di sepanjang perbatasan China. Dari tujuh ALG di Arunachal Pradesh yang sedang ditingkatkan, dan lima ALG telah selesai.

Angkatan Udara India  telah mengoperasikan ALG Ziro, Seiring, Mechuka, Walong, dan Passighat tahun lalu. Lapangan itu  telah mendaratkan pesawat transport Sukhoi dan C-17 Globemaster.

Kemajuan pembangunan di Tawang  lamban, dengan baru 39 persen pekerjaan selesai pada bulan Desember lalu. Meskipun demikian, Tawang berada di bawah kendali Angkatan Darat India dan sedang digunakan untuk tujuan strategis.

India juga telah merencanakan untuk mengembangkan ALG Vijayanagar namun pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya konektivitas jalan dari Miao ke Vijayanagar. Saat ini proyek jalan sedang dibandung  hingga pengembangan ALG  Vijayanagar juga bisa segera dilaksankaan.

IAF juga telah mengidentifikasi 24 lapangan terbang yang tidak digunakan untuk tujuan lain seperti penyebaran radar jarak jauh, penyimpanan senjata, dan penyebaran aset strategis selama operasi, jalur pemulihan darurat, penyebaran senjata AD,  dan operasi helikopter.

Baca juga:

China-India Berebut Dominasi di Samudera Hindia, Bagaimana dengan Indonesia?

Facebook Comments