For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

ZH2, Truk Militer Ini Super Quiet, Super Cool, dan Bisa Bikin Air Minum

Ketika musuh sedang mengintai  Anda, terutama ketika malam hari, Anda ingin tetap tenang dan cool, karena dua hal ini bisa menjadi kunci untuk menghindari tatapan night vision. Itu sebabnya General Motors dan Angkatan Darat Amerika Serikat mengembangkan Chevrolet ZH2, sebuah truk off-road bertenaga hidrogen.

ZH2 yang memiliki panjang 6 ½ kaki ini tidak membakar hidrogen. Sebaliknya, dia memompa hidrogen menjadi sel bahan bakar di mana kemudian  dikombinasikan dengan oksigen. Yang menciptakan air (H2O), sementara pada saat yang sama, melepaskan aliran energi listrik untuk daya kendaraan.

Truk ini dikembangkan oleh GM bekerja sama dengan Tank Automotive Research and Development Center (TARDEC) Angkatan Darat Amerika Serikat, yang berkantor pusat di dekat Detroit. Di bawah kulit serat karbon Kevlar yang disamarkan,  ZH2 didasarkan pada pikap menengah Chevrolet Colorado GM.

Meski besar ZH2 bergerak  sangat tenang, tapi itu tidak benar-benar diam. Ketika mesin kendaraan dinyalakan maka ada  deru yang berasal dari udara yang tersedot. Ketika itu bergerak, ada beberapa kebisingan dari ban, suspensi, motor listrik dan percikan lumpur. Tapi, dibandingkan dengan truk diesel, ZH2 jelas sangat jauh lebih senyap.  Dalam bahasa militer, ada minimal “accoustic signature.”

Karena truk tidak membakar  bahan bakar apapun, maka tidak ada panas mesin yang bisa dilacak dengan  kamera night vision. Dengan kata lain, kendaraan ini tidak memiliki  thermal signature tinggi.

“Kami tidak melakukan itu di dalam kendaraan ini, namun ada kemungkinan bagi kita untuk mengambil gas buang dari mesin, atau sel bahan bakar untuk dijadikan  air minum,” kata Brian Butrico,  dari U.S. Army’s Research and Development and Engineering Command.

“Para prajurit benar-benar dapat membuat air minum mereka sendiri ketika mereka sedang mengoperasikan kendaraan.”

Pengisian bahan bakar truk akan berbeda dari pengisian bahan bakar truk dengan bahan bakar cair. Tangki penyimpanan berdinding tebal  ZH2  diisi dengan gas hidrogen terkompresi.

Meskipun hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta, dia bukan  gas mengambang bebas tetapi  harus diekstrak dari zat-zat yang mengandung hidrogen, seperti air atau bahan bakar hidrokarbon. Ekstraksi ini  dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat portabel yang dapat berjalan pada tenaga surya atau baterai atau konektor yang ke grid listrik lokal.

“Mesin kami akan mengambil JP8, yang merupakan bahan bakar militer umum, dan mengubahnya ke hidrogen,” kata Butrico. Di mana pun ia pergi, itu bisa membuat bahan bakar sendiri.

Gas hidrogen juga bisa dibuat dari sumber apapun yang ada di mana truk itu beroperasi. Charlie Freese, direktur eksekutif untuk bisnis sel bahan bakar GM mengatakan dibutuhkan sekitar 3 menit untuk mengisi tangki bahan bakar. Dengan lima sampai enam kilogram hidrogen  bisa digunakan ZH2 untuk berjalan  200 sampai 300 mil, kata. “Kendaraan ini bisa menempuh  400 mil dengan tangki hidrogen dioptimalkan untuk jangkauan yang lebih panjang,” jelasnya sebagaimana dilaporkan KMBC News Senin 3 April 2017.

Sebelum menciptakan ZH2, GM dan militer telah bereksperimen dengan sel bahan bakar hidrogen di SUV Crossover. Hari ini, Toyota, Honda dan Hyundai memiliki kendaraan sel bahan bakar yang tersedia untuk disewakan atau dijual  untuk masyarakat umum di California.

Facebook Comments