Turki telah mengizinkan Pangkalan Incirlik mereka untuk digunakan sebagai basis pesawat koalisi yang memerangi ISIS, termasuk jet tempur Tornado Jerman yang sebatas melakukan misi mata-mata. Turki pun meminta akses akses tanpa filter pada citra yang dikumpulkan jet tempur itu.
Hasilnya, Jerman menolak permintaan itu. Anggota parlemen Jerman, khawatir bahwa Turki bisa menggunakan foto udara resolusi tinggi untuk melakukan kampanye militer terhadap suku Kurdi.
Penolakan ini dilaporkan pertama oleh majalah Jerman Der Spiegel mengutip kabel diplomatik Jerman yang mengatakan bahwa Turki telah menghubungkan persetujuan untuk penggunaan pangkalan udara mereka guna mendapatkan akses ke citra yang dikumpulkan Tornado. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman sebagaimana dilaporkan Reuters Rabu 1 Januari 2017 menolak berkomentar dengan laporan majalah Der Spiegel
Masalah ini muncul beberapa hari sebelum Kanselir Angela Merkel akan melakukan perjalanan ke Turki untuk bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, bisa menyebabkan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan kedua sekutu NATO tersebut.
Kabel diplomatik itu menyebut Turki menggunakan alasan penggunaan pangkalan sebagai “pemerasan” untuk mendapatkan akses pada citra gambar. Der Spigel melaporkan dua pejabat senior Turki, seorang perwira militer senior dan penasihat kebijakan Erdogan telah mengeluarkan permintaan itu.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan angkatan udara Jerman menerbangkan misi pengawasan yang ketat sesuai dengan mandat parlemen yang mendasari dan memberikan citra semata-mata untuk koalisi anti-ISIS.
Ia mengatakan militer Jerman mengikuti proses yang cermat untuk memastikan data tidak disalahgunakan untuk tujuan lain.
Seorang petugas Jerman yang berbasis di Qatar hanya melakukan misi yang ditujukan untuk melawan ISIS, sementara petugas Jerman yang berbasis di Incirlik akan mengulas gambar sebelum melepaskan mereka untuk koalisi, kata juru bicara itu.
Parlemen Jerman tahun lalu memilih untuk memperluas dukungan pada koalisi pimpinan Amerik SErikat sampai akhir 2017, termasuk penyebaran lebih dari 250 tentara di Incirlik. Jerman marah ketika Turki melarang kunjungan anggota parlemen Jerman ke pangkalan pada Juni 2017. Tetapi sebelumnya Jerman juga marah kareana pernyataan pemerintah Jerman yang menyatakan pembunuuhan warga Armenia pada 1915 oleh Ottoman disebut sebagai “genosida.”
Kedua negara juga telah berselisih atas tindakan keras Turki pada pembangkang setelah kudeta gagal 15 Juli.
Baca juga:

