Pertempuran darat pasukan Irak untuk merebut Mosul mendapat dukungan udara dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat. Salah satu kontribusi terbesar diberikan Prancis.
Pesawat Prancis diterbangkan dari kapal induk Charles De Gaulle yang saat ini di Mediterania Timur dan merupakan satu-satunya kapal induk miliki koalisi yang terlibat dalam Operasi Resolve Inherent. Untuk sementara Amerika tidak memiliki kapal induk di wilayah tersebut.
Di dalam kapal induk ini, Angkatan Laut Prancis membawa setidaknya 24 jet tempur Rafale.

Selama hampir dua tahun Charles De Gaulle telah memimpin kampanye udara Prancis melawan ISIS. Para pilot telah ratusan kali terbang sorti tempur baik Irak dan Suriah dalam misi yang oleh Prancis diberi sandi ‘Operasi Chammal’.
De Gaulle membawa dua skuadron pesawat tempur Rafale dengan harga setiap pesawat sekitar £ 70 juta.

Selain Rafale, De Gaulle juga membawa dua pesawat pengintai Hawkeye, yang terbang meninggalkan kapal induk setengah jam sebelum Rafale terbang.
Pesawat ini memindai hamparan besar dari darat dan laut, serta menyediakan overwatch di Irak dan Suriah.
Dalam dua tahun terakhir, pesawat Perancis telah meluncurkan hampir 900 serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah.
Sejak pertempuran merebut Mosul dimulai bulan lalu, militer Prancis mengatakan telah meningkatkan serangan hingga tiga kali lipat dan sekarang meluncurkan 75 serangan per dua minggu.
Misi terakhir ini disebut sebagai Arromanches 3. De Gaulle telah dikirimkan tiga kali ke wilayah tersebut dalam dua tahun, dan telah diperpanjang. Kapal ini merupakan simbol kebanggaan Prancis.
Baca juga:

