For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Tampang Sangar Pembuat Janda

U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Rawad Madanat

Sebuah foto keren dari jet tempur AV-8B Harrier, dari 22nd Marine Expeditionary Unit (MEU) di dek penerbangan kapal serbu amfibi USS Wasp (LHD 1) di Laut Mediterania 21 September 2016.

22 MEU berangkat dari Wasp untuk melakukan serangan udara presisi dalam mendukung Pemerintah National Accord Libya terhadap sasaran ISIS di Sirte, Libya sebagai bagian dari Operasi Odyssey Lightning.

Meski sudah tua, Harrier masih menjadi andalan sayap udara Korps Marinir Amerika Serikat. Kemampuan lepas landas dan mendarat vertical telah memberik fleksibilitas tinggi pada Marinir untuk bisa beroperasi dari LHD.

Pesawat ini juga dikenal memiliki tingkat kecelakaan tinggi. Terakhir sebuah AV-8B Harrier milik Korps Marinir Amerika Serikat jatuh dan di perairan lepas pantai pulau Okinawa di Jepang Kamis 22 September 2016. Pilot selamat setelah proses ejeksi berlangsung lancar.

Sementara pada Maret 2016 sebuah AV-8B Harrier milik Korps Marinir yang sedang beroperasi di Utara Teluk Arab mengalami kerusakan parah saat terbakar ketika lepas landas.

Pada akhir 1960-an Korps Marinir Amerika Serikat jatuh cinta dengan ide sebuah pesawat serangan yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal.

Secara teori, pesawat seperti ini dapat didasarkan sangat dekat dengan medan perang karena tidak akan membutuhkan landasan pacu yang panjang untuk beroperasi.

Beberapa pilot senior Marinir pergi ke Inggris untuk mengambil penerbangan tes di Harrier Inggris, dan mereka cukup terkesan untuk meyakinkan Pentagon membeli 110 pesawat untuk mereka.

Sejak saat itu Amerika memiliki tentang hardware yang dibangun negara lain. Mereka datang dengan pengaturan khusus di mana pesawat diproduksi di Inggris dan dirakit di Amerika.

Mulai tahun 1971, skuadron AV-8A Harrier Korps Marinir berdiri di Yuma dan Cherry Point.

Karena karakteristik penerbangan yang unik, hanya pilot terbaik yang diterima untuk pelatihan Harrier. Sayangnya, dalam banyak kasus tidak ada banyak masalah yang muncul karena ambisi untuk menciptakan pesawat unik dengan teknologi yang belum ditemukan kala itu.

Akibatnya, malapetaka. Marinir kehilangan 55 AV-8A Harrier antara tahun 1971 dan 1982.  Kecelakaan kelas A (dengan kerusakan lebih dari US$ 1 juta atau hancur pesawat) mencapai tingkat 39 per 100.000 jam terbang. Dan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah penerbangan militer modern.

Beberapa kecelakaan karena aspek inheren berbahaya dari misi serangan seperti menjatuhkan bom ketika dia menyelam curam dan terbang dekat dengan darat di daerah pegunungan.

Tetapi sekitar setengah dari mereka terjadi karena faktor kemampuan terbang vertikal.

Trust vektor Harrier memberi kemampuan untuk pesawat take-off dan mendarat secara vertikal dan melayang-layang seperti helikopter.

Berbeda dengan Harrier II yang memiliki computer interface yang menjadikan pilot tidak harus menggerakkan nozel dan mengimbangkan pesawat secara vertikal.

Versi pertama dari jet ini mengharuskan pilot secara manual menyesuaikan setiap throttle agar tepat untuk mempertahankan hover atau untuk memulai atau mendarat secara vertikal.

Hasilnya adalah Harrier digambarkan pilot sebagai pesawat “tak kenal ampun” dan masyarakat jet taktis lainnya memberi label sebagai pesawat “pembuat janda.”

Baca juga:

Harrier Susah Payah Bertahan Hidup di Hari-Hari Terakhir

Facebook Comments