For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Sepasang B-1B Kembali Sambangi Korea

B-1B

Dua pesawat pembom supersonik B-1B Angkatan Udara Amerika Serikat kembali terbang menuju Korea Selatan Rabu 21 September 2016. Salah satu pesawat mendarat di pangkalan udara berjarak sekitar 40 kilometer selatan ibu kota negara itu, kata saksi.

Pendaratan tersebut adalah yang kedua kali sejak Korea Utara melakukan uji nuklir pada 9 September 2016.

Pasukan AS di Korea dalam pernyataannya mengatakan bahwa penerbangan sepasang pembom strategis B-1B berpangkalan di Guam itu untuk unjuk kekuatan sekutu Korea Selatan dan tekadnya memberikan perlindungan keamanan di semenanjung tersebut dan kawasan sekitarnya.

AS menerbangkan dua pesawat pengebom B-1 pada 13 September 2016, dikawal sejumlah jet tempur AS dan Korsel untuk menunjukkan kesetiakawanannya kepada Korsel.

Korut mengabaikan kecaman global sejak melakukan uji nuklir kelimanya pada 9 September 2016 dan pada pekan ini menyatakan bahwa uji mesin peluncur barunya, yang akan digunakan untuk meluncurkan beberapa satelitnya, berhasil. Korut dinyatakan lagi-lagi melakukan pelanggaran terhadap sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemimpin AS dan China yang merupakan sekutu diplomatik utama Korut dan penyokong ekonomi, mengecam uji nuklir terakhir itu dan berjanji akan meningkatkan kerja sama di PBB dan jalur penegakan hukum.

Diplomat PBB mengatakan bahwa dua negara tersebut memulai pembicaraan atas kemungkinan resolusi PBB sebagai bentuk tanggapan terhadap uji coba nuklir pada awal bulan ini, namun Beijing tidak langsung menjawab apakah mendukung sikap ketat terhadap Korut atau tidak.

Korut melakukan uji senjata nuklir dan peluru kendali balistik, yang tidak diduga daya jelajahnya, pada tahun ini, termasuk peluncuran satelit pada bulan Februari yang secara luas dapat dilihat sebagai uji coba teknologi rudak balistik berdaya jelajah panjang.

Facebook Comments