For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ada Apa di Balik Latihan Rusia-China di Laut China Selatan?

Kementerian Pertahanan Rusia

Rusia dan China telah memulai latihan angkatan laut Joint Sea-2016. Latihan delapan hari diadakan di Laut China Selatan dekat Provinsi Guangdong China Selatan.

Kapal permukaan, kapal selam, pesawat sayap tetap, helikopter dan marinir mengambil bagian dalam latihan dijadwalkan berlangsung sampai dengan 19 September.

Latihan ini jelas memiliki pesan khusus di tengah tensi situasi kawasan tersebut yang belum juga turun. Bergabungnya dua kekuatan besar ini menjadi respons tegas atas apa yang dilakukan Amerika dan sekutunya.

Ma Yujun, Direktur Pusat Studi Rusia di Akademi Ilmu Sosial provinsi Heilongjiang, mengatakan Joint Sea-2016 sebagai respon terhadap ketegasan Washington di wilayah tersebut.

“Jelas, kegiatan Amerika, Korea Selatan dan Jepang di dekat China, serta misi patroli Angkatan Laut AS di Laut China Selatan menjadi ancaman bagi keamanan geostrategis China. Orang bisa mengatakan bahwa latihan gabungan Rusia dan China di bawah kondisi ini merupakan respon terhadap AS berkaitan dengan menciptakan keseimbangan strategis di Asia Pasifik, ” kata ahli tersebut sebagaimana dikutip Sputnik Senin 12 September 2016.

Rusia dan China telah mengatakan latihan tidak ditargetkan terhadap pihak ketiga. Mereka akan fokus pada peningkatan kerja sama tim dan respon cepat untuk keadaan darurat. Kegiatan ini semata-mata ditujukan untuk menegakkan keamanan teritorial dan tidak dimaksudkan untuk meningkatkan ketegangan. Tetapi hal itu sebuah kalimat klise yang selalu dikeluarkan semua pihak yang melakukan latihan militer.

“Bila dibandingkan dengan permainan perang dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya yang agresif di alam mereka latihan [bersama Rusia dan China] dirancang untuk bekerja pada tujuan pertahanan. Tujuan utama Rusia dan China adalah untuk melindungi kepentingan rakyat kita [China], ” lanjutnya.

Ma Yujun juga menyebutkan bahwa latihan angkatan laut bersama merupakan bagian integral dari kerjasama bilateral.

Hubungan antara Rusia dan China tidak terbatas pada kerjasama perdagangan dan ekonomi. Mereka juga memiliki komponen pertahanan yang komprehensif. “Upaya ini memainkan peran utama dalam membina hubungan bilateral,” katanya.

Latihan bersama, katanya, tidak hanya terfokus pada berbagi pengalaman dalam melakukan manuver militer. Lebih penting lagi, mereka memberikan kesempatan untuk meningkatkan koordinasi tempur dalam kerangka kerja sama militer.

Baca juga:

Lawan Rusia dan China, US Navy Andalkan 3 Rudal Ini

Facebook Comments