For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Filipina Khawatir, China Mulai Menyerang Scarborough Shoal

Sputnik

Filipina menuntut penjelasan dari Duta Besar China atas  meningkatnya jumlah kapal militer China di dekat Scarborough Shoal yang disengketakan di Laut China Selatan.

Awal tahun ini pemerintahan Obama mengeluarkan deklarasi yang memberi “garis merah” ke China dengan memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi berat jika Beijing berusaha untuk merebut kembali Scarborough Shoal dari Filipina.

Pulau yang disengketakan ada di jantung sengketa wilayah Laut China Selatan antara China dan Filipina yang telah diputuskan Pengadilan Arbitrase Internasional dengan menolak klaim China.

Pada hari Minggu 4 September 2016, Filipina membunyikan alarm atas apa yang mereka anggap sebagai langkah China untuk memulai proses reklamasi kawasan tersebut. Pesawat pengintai Filiphina melihat peningkatan jumlah kapal China – jauh lebih dari Beijing telah pertahankakn sejak merebut wilayah itu tahun 2012.

“Ada empat kapal penjaga pantai China dan enam kapal lainnya, termasuk tongkang berwarna biru di sekitar Scarborough Shoal,” kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dalam pesan tertulis kepada wartawan dan dikutip Sputnik.

“Kehadiran banyak kapal selain penjaga pantai di daerah adalah penyebab keprihatinan.”

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menuntut bahwa China mematuhi putusan pengadilan internasional, tetapi juga mengatakan bahwa ia tidak akan mengangkat masalah ini selama G-20 KTT. Pemimpin Filipina mengatakan bahwa jika China menyerbu kepulauan itu negaranya siap untuk terlibat dalam “konflik berdarah” melawan China untuk mengamankan kedaulatan negaranya.

Jika Filipina yang terlibat dalam konflik bersenjata melawan China maka Amerika Serikat akan segera ditarik ke dalam konflik sesuai dengan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh kedua negara hampir enam dekade lalu. Pada akhirnya hal ini  bisa memicu perang besar antara dua raksasa militer dunia.

“Kami belum tahu apakah mereka tongkang merupakan prekursor dari operasi pengerukan di masa depan,” kata Lorenzana.

“Jika mereka mencoba untuk membangun apa pun di Scarborough itu akan memiliki efek yang merugikan pada situasi keamanan.”

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat terus memantau situasi meningkat di Laut China Selatan dan mendorong  semua pihak untuk menahan diri dan mengambil langkah-langkah praktis untuk menurunkan ketegangan.

Facebook Comments