Terbukti di Medan Panas, Stryker Diuji di Cuaca Dingin Ekstrem

papcom

Ketika Tentara Amerika di Irak dan Afghanistan terancam oleh kekuatan destruktif dari bom rakitan, varian kendaraan tempur lapis baja Stryker yang dirancang khusus untuk menahan ledakan bom terbukti menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

Sangat cocok untuk mengangkut infantri di lingkungan perkotaan, kendaraan tempur Stryker telah menjadi populer di kalangan Tentara di daerah yang paling berbahaya dan kasar. Kendaraan ini dikenal tenang, handal, dan mudah untuk merawat dan memperbaikinya.

Kinerja kendaraan ini tak diragukan dengan evaluasi yang luas di Yuma Proving Ground dan tiga pusat tes perusahaan sejak tahun 2002, termasuk bertugas enam bulan di hutan Suriname pada tahun 2008.

Awal tahun ini, varian baru dari kendaraan yang dibangun untuk suhu dingin ekstrem sedang diuji di US Army Test Center.

Menawarkan upgrade chassis dan drivetrain dengan berbagai perbaikan mekanik, electric dan digital untuk meningkatkan kinerjanya, Stryker varian terbaru dirancang untuk mampu menempuh lebih dari 3.000 mil di medan kasar dalam dingin yang ekstrem.

“Sepertinya ini Stryker biasa, tetapi tidak,” kata Richard Reiser, petugas tes. “Ia memiliki mesin yang lebih besar yang secara signifikan meningkatkan tenaga dan torsi. Memiliki kemampuan diagnostik yang jauh lebih besar yang mengintegrasikan subsistem. Hal ini memberikan operator kesadaran yang lebih besar tentang kondisi kendaraan dan berpotensi meningkatkan kesadaran situasional selama misi yang sebenarnya di dalam kendaraan. ”

Dalam lingkungan yang paling dingin di dunia kendaraan atau alat perang bisa menghadapi berbagai masalah. Untuk sistem yang kompleks seperti Stryker, kemampuan masing-masing komponen untuk berfungsi dalam dingin yang ekstrem sangat penting hingga kendaraan ini harus mampu beroperasi di suhu bawah titik beku.

“Seperti tren otomotif pada umumnya, kita memiliki ketergantungan yang lebih besar pada sistem komputer di kendaraan ini,” kata Reiser sebagaimana dikutip pacom.mil Jumat 2 September 2016.

Baca juga:

Minder dengan BMP-3 Rusia, Strykers AS Akan Dipasang Meriam Besar

Facebook Comments