Roket Falcon 9 Meledak, Satelit Facebook Seharga Rp2,6 Triliun Hancur

NASA

Roket Falcon 9 SpaceX tiba-tiba meledak di landasan peluncuran di fasilitas mereka di Cape Canaveral di negara bagian AS dari Florida.

SpaceX sedang melakukan uji meluncurkan roket tak berawak ketika ledakan itu terjadi Kamis 1 September 2016 pagi waktu setempat.

Saksi mata mengatakan roket meledak ketika duduk di landasan peluncuran.

Falcon 9 dijadwalkan lepas landas pada hari Sabtu untuk membawa satelit pertama Facebook ke dalam orbit.

Kantor Manajemen Darurat Brevard County mengatakan pada hari Kamis dalam pesan Twitter ledakan di landasan peluncuran selama pengujian roket SpaceX di Cape Canaveral, Florida tidak mengancam masyarakat.

AP melaporkan akibat ledakan itu bangunan yang berjarak beberapa mil jauhnya terguncang, dan beberapa ledakan terus terjadi selama beberapa menit.

Anomali di landasan peluncuran selama tes mengakibatkan ledakan yang menghancurkan roket dan muatannya,

“SpaceX dapat mengkonfirmasi bahwa dalam persiapan untuk peluncuran statis saat ini, ada sebuah anomali pada pad yang mengakibatkan hilangnya kendaraan dan muatannya,” kata pernyataan itu.

Satelit Amos-6 milik Facebook yang hendak diluncurkan hancur ketika roket SpaceX meledak, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

“Saat ini aku di Afrika, dan saya sangat kecewa mendengar bahwa kegagalan peluncuran SpaceX menghancurkan satelit kami yang akan memberikan begitu banyak konektivitas untuk begitu banyak pengusaha dan orang lain di seluruh benua,” kata Zuckerberg.

Amos-6 adalah satelit pertama Facebook yang  dimaksudkan untuk memberikan akses internet broadband nirkabel untuk bagian barat, Afrika timur dan selatan melalui perusahaan Internet.org.

Satelit seharga US$ 200 juta atau sekitar Rp2,6 triliun itu dibangun berdasarkan kontrak 2012 antara Spacecom Satellite Communications dan Israel Aerospace.

Facebook Comments