Masih Dituduh Negara Teroris oleh AS, Iran: Enggak Kebalik?

Masih Dituduh Negara Teroris oleh AS, Iran: Enggak Kebalik?

Iran menolak tuduhan terorisme yang disampaikan dalam laporan tahunan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan mengatakan bahwa Republik Islam tersebut hanya mendukung negara-negara yang berjuang untuk mendapatkan kebebasan.

“Perjuangan yang sah dari negara-negara yang diduduki bukanlah contoh terorisme, dan tuduhan-tuduhan seperti itu dalam laporan Amerika Serikat itu tidak benar,” kata juru bicara Menteri Luar Negeri Iran Hossein Jaberi Ansari sebagaimana dikutip kantor berita pemerintah Iran IRNA Minggu 5 Juni 2016.

Sebaliknya, Ansari justru menyebut AS yang mendukung kelompok teroris. Dia mengutuk campur tangan militer AS dan dukungan destruktif kepada kelompok-kelompok teroris di Irak, Afghanistan, Suriah, Libya, dan Yaman, demikian laporan IRNA.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, laporan tersebut mencantumkan Iran sebagai negara sponsor terbesar di dunia terhadap terorisme dengan menyebutkan bahwa Teheran mendukung beberapa konflik yang terjadi di Suriah dan Irak serta terlibat dalam kekerasan serangan oposisi Syiah di Bahrain.

Bahrain menuding Iran mengobarkan kerusuhan di negaranya dan memasok senjata kepada kelompok militan Syiah di balik serangan bom terhadap pasukan keamanan. Iran menampik tudingan itu.

Laporan AS mengenai terorisme global dikeluarkan, Kamis lalu dan menyatakan bahwa jumlah serangan teroris di beberapa belahan dunia tahun lalu telah menurun untuk yang pertama kali sejak 2012 dan serangan seperti itu menjadi lebih terdesentralisasi dan menyebar.