For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Gagal Adang Invasi Turki ke Suriah

Tingkatkan Risiko Perang

Turkish tanks on guard at Turkey-Syria border

Turki saat ini tengah mengupayakan operasi darat di Suriah bersama negara-negara sekutunya. Mereka beralasan bahwa itulah satu-satunya cara menghentikan perang.

Situasi panas tersebut kemudian membuat Presiden Prancis berkomentar bahwa eskalasi keterlibatan Ankara dalam konlik di Suriah menciptakan resiko perang antara Turki dengan Rusia. “Turki terlibat di Suriah sehingga menciptakan resiko perang,” kata Hollande kepada radio France Inter.

Sementara itu di darat, aliansi pasukan yang dipimpin YPG (SDF) berhasil merebut kota Al-Shadadi yang berada di kawasan timur laut Suriah dari ISIS. Al-Shadadi adalah kota terbesar yang berada dalam kekuasaan ISIS di Provinsi Hasaka. Kekalahan tersebut semakin mempersempit wilayah ISIS yang sebelumnya sempat terdesak mundur di area lain.

Sebelumnya SDF berhasil merebut ladang minyak di dekat Al-Shadadi dari ISIS dan memotong rute dari kota tersebut ke kota Mosul di Irak dan juga ibu kota de facto ISIS, Raqqa. Kemenangan SDF tersebut memunculkan reaksi keras dari Turki mengingat pemimpin aliansi tersebut, YPG, dianggap kepanjangan tangan PKK kelompok yang sudah sejak lama bergerilya melawan Ankara.

Menurut Ankara, kemenangan SDF di provinsi Aleppo ditujukan untuk menyatukan wilayah-wilayah Kurdi di bagian utara Suriah (atau bagian selatan perbatasan Turki) dan menciptakan negara otonom di sana.

Facebook Comments