For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bagaimanapun Bazoka adalah Salah Satu Penentu Kemenangan Perang Dunia II

Tapi ketika AS memasuki Perang Dunia II pada tahun 1941, satu-satunya senjata anti-tank di gudang senjatanya adalah senjata tank dan jenis spesifik dari artileri anti-tank. Jelas ini masalah mengingat Angkatan Darat AS menghadapi musuh di Afrika Utara, kemudian Eropa, yang sangat bergantung pada divisi Panzer.

U.S. Army Ordnance innovators US Army Kapten Leslie Skinner dan Letnan David Uhl bereksperimen dengan granat berbentuk-charge yang membawa armor-piercing namun terlalu berat untuk dilempar. Suatu hari, Uhl rupanya melihat sebuah tabung baja di atas tumpukan barang-barang bekas dan memutuskan tabung peluncuran untuk dikombinasikan dengan kombinasi. Maka kemudian penggabungan roket dan granat pun dilakukan.

Tapi tak seorang pun memberi nama kepada senjata itu. Selain itu alat tersebut justru mirip dengan salah satu alat musik baru dari Bob Burns, seorang komedian terkenal pada zaman. Burns menyebut alatnya itu dengan noisemaker a “bazooka”. Ada juga yang menyebut “loudmouth” dan sejumlah nama joke lainnya.

Burns menyebut disebut noisemaker tubularnya sebagai “bazooka” yang diambil dari bahasa gaul Belanda yang bermakna “pembual”. Dan dari nama itulah nama senjata itu akhirnya berasal.

Untuk optimal, bazoka memerlukan dua orang untuk penggunaan yang tepat: penembak yang mengarahkan dan menembakkan peluru roket dan loader amunisi dari bagian belakang tabung peluncur.

Muatan listrik dari sel baterai kering memicu bubuk roket yang meluncurkan amunisi ke arah target. Namun, model awal dari senjata benar-benar berbahaya. Kadang-kadang, roket api tapi terjebak dalam tabung, meninggalkan tentara dengan bom hidup di bahunya.

Loading...

Semua model bazooka menghasilkan ledakan hitam yang besar yang mengalir keluar dari belakang tabung  dan jejak asap yang jelas yang akhrinya menyerahkan posisi mereka ke musuh.

Namun, perbaikan senjata yang dihasilkan yakni M-9 jauh lebih dapat diandalkan. Senjata ini memiliki hulu ledak ringan, tapi itu mampu menghancurkan banyak kendaraan lapis baja karena putaran bisa menembus baju besi lima inci.

Next: Ditiru Jerman

Loading...
Facebook Comments