
Siapapun tahu Irak saat ini membutuhkan persenjataan canggih untuk melawan ISIS. Termasuk F-16 yang sudah dibeli dari Amerika. Tetapi Amerika tetap bersikukuh menahan pesawat generasi keempat paling canggih tersebut dengan alasan takut F-16 justru jatuh ke tangan ISIS.
Bahkan Amerika justru mengirim Fighting Falcon Irak tersebut ke Pangkalan Tucson, Arizone dengan alasan untuk untuk melatih pilot Angkatan Udara Irak. Hal tersebut dinyatakan Departemen Pertahanan AS Senin 10 November 2014.
Pengiriman batch pertama dari Irak Angkatan Udara F-16 dari fasilitas produksi Lockheed Martin di Fort Worth, sudah tertunda dua bulan. Pengiriman harus sudah mulai pada bulan September. Batch pertama dari 36 F-16 blok 52 yang dipesan Irak terbang pertama kali terbang Mei lalu di Amerika Serikat. Tiga pesawat pertama tersebut tidak diangkut ke Irak, tapi diterbangkan ke Tucson untuk bergabung unitpelatihan F-16 Arizona Air National Guard yang berbasis di sana. Sementara pesawat keempat akan bergabung dengan mereka pada bulan Januari, dengan tiga lainnya diperkirakan pada bulan Mei 2015. Menurut Departemen Pertahanan AS, 26 pilot Irak akan menerima pelatihan mereka di Tucson, dan 16 lain menyusul.
Armada Irak F-16 direncanakan akan ditempatkan di Pangkalan Udara Balad, sekitar 80 kilometer utara Baghdad. Awal tahun ini, Departemen Pertahanan AS memberikan Sallyport Global Services kontrak $ 215.000.000 untuk merenovasi dan merekonstruksi fasilitas kunci di pangkalan udara. Sumber sekarang mengatakan sebagai akibat dari gejolak ISIS-dinyalakan, landasan pacu Balad dianggap tidak cocok untuk F-16.
Pemerintah Irak mungkin tidak akan senang dengan keputusan AS. Awal tahun ini, praktis memohon AS untuk F-16, karena mereka akan berharga dalam memerangi ISIS. Karena tidak juga diberikan, Irak akhirnya memilih memperkuat angkatan udara mereka dengan Sukhoi Su-25 Frogfoot yang dipasok Rusia, dengan beberapa pesawat Iran berbagai merk.
AS pernah mencegah pengiriman F-16 ke sejumlah negara asing selain Irak. Pada tahun 1990an, batch 28 Pakistan F-16 menjadi korban embargo senjata AS. Pesawat baru juga dikirim ke Tucson, namun tidak untuk pelatihan, tetapi untuk penyimpanan di gurun. Pada 2013, AS juga menghentikan pengiriman F-16 block 52 ke Mesir.
Sumber: airheadsfly.com


Comments are closed