Iran Akan Yakinkan Turki Untuk Turun Tangan di Kobane

Iran Akan Yakinkan Turki Untuk Turun Tangan di Kobane

Iran akan berusaha meyakinkan Turki untuk tidak tinggal diam atas apa yang terjadi di Kobane, kota di perbatasan Suriah dan Turki yang saat ini menjadi ajang pertempuran sengit antara ISIS dan Suku Kurdi. Turki, menurut Iran harus turun tangan secepatnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hussein Amir Abdullahian Kamis 9 Oktober 2014 mengatakan Iran akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu warga Kurdi di Kobane.

Sebagai bagian dari upaya itulah Tehran melakukan perundingan dengan Turki, demikian keterangan dari Abdullahian.”Dalam perundingan awal dengan Turki, kami mengetahui bahwa negara tersebut tidak senang dengan eskalasi krisis di Timur Tengah dan kami berharap mereka dapat memainkan peran yang positif,” kata dia.

 

Abdullahian juga mengatakan bahwa Ankara dapat menjadi aktor paling penting dalam membantu pengungsi Suriah kembali ke negaranya.

Kelompok ISIS Kamis berhasil menguasai sepertiga wilayah Kobane melalui pertempuran yang menewaskan puluhan orang. Masyarakat internasional mendesak dilakukannya aksi militer darat untuk membantu pasukan Kurdi di wilayah tersebut.

Namun Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa adalah hal yang “tidak realistik” untuk berharap Ankara memimpin operasi darat sendirian. Ankara saat ini ditekan karena tidak mau bertindak. Aksi solidaritas di sejumlah wilayah Kurdi di Turki memicu bentrok dengan kepolisian dan menewaskan setidaknya 23 orang serta memaksa pemerintah memberlakukan jam malam di enam provinsi.

Kurdi adalah suku bangsa terbesar yang tidak mempunyai negara dan tersebar di Turki, Irak, Iran, dan Suriah. Selama tiga dekade terakhir, sebagian dari kelompok tersebut mencoba merdeka dari Ankara dengan mengangkat senjata.

 

Sumber: IRNA