Tidak hanya menggempur wilayah Suriah, Turki juga memburu kelompok Parta Pekerja Kurdi (PKK) hingga ke wilayah Irak. Sejumlah pesawat tempur Turki dilaporkan membombardir 19 tempat persembunyian kelompok ini di kawasan utara Irak sehingga menewaskan 49 gerilyawan.
Angkatan Udara Turki dalam pernyataannya Kamis 1 Februari 2018 mengatakan serangan dilakukan pada Senin 29 Januari 2018. Dua serangan udara di lancarkan di wilayah Asos/Qandil, Avasin/Basyan, dan Karkurk.
Serangan udara itu berhasil menghancurkan tempat-tempat persembunyian, pemukiman sementara, dan gudang penyimpanan senjata kelompok PKK yang menurut pihak militer pemerintah tengah menyiapkan serangan kejutan di sejumlah pos penjagaan perbatasan Turki.
PKK mengangkat senjata melawan pemerintah di kawasan tenggara Turki sejak tahun 1980an. Mereka masuk dalam daftar hitam terorisme oleh pemerintah Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Konflik antara PKK dengan pemerintah pusat di Ankara telah menewaskan lebih dari 40.000 orang.
Sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Turki bahwa operasinya terhadap milisi Kurdi di Suriah utara seharusnya tidak menjadi alasan untuk menyerang negara tersebut dan mengatakan bahwa dia ingin Ankara mengkoordinasikan tindakannya dengan sekutu-sekutunya.
“Jika ternyata operasi ini dilakukan selain untuk melawan ancaman teroris potensial ke perbatasan Turki dan menjadi operasi invasi, maka masalah ini menjadi masalah bagi kami,” kata Macon dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Figaro yang diterbitkan Rabu.
Amerika Serikat dan Prancis telah mempersenjatai dan melatih milisi yang dipimpin YPG dalam perang melawan ISIS di Suriah. Sementara Turki menganggap YPG adalah bagian dari PKK.
Macron mengatakan akan membawa masalah ini dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan dan melihat sifat operasi tersebut berarti harus ada diskusi antara negara-negara Eropa dan juga sekutu yang lebih luas.

