Rusia menuduh NATO terus melakukan aktivitas militer profil tinggi termasuk langkah-langkah untuk mempraktikkan prosedur penggunaan senjata nuklir di perbatasan timur negara tersebut. Tetapi media barat mengalihkan perhatian orang dari masalah itu dengan memblow up latihan militer yang dilakukan Rusia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu pada pertemuan dewan gabungan kementerian pertahanan Rusia dan Belarusia pada Jumat 10 November 2017.
Dia mengingatkan apa yang terjadi pada September lalu ketika Rusia dan Belarus mengadakan latihan Zapad-2017. Shoigu menunjukkan bahwa meskipun latihan itu murni defensif dan telah direncanakan sejak lama. Namun media secara besar-besaran melakukan serangan terus-menerus dengan menyebut serangan itu sebagai skenario menyerang tetangganya.
“Perhatian media barat mengenai latihan tersebut adalah untuk menutupi aktivitas NATO yang berkembang di dekat perbatasan Rusia dan Belarusia. Di sisi timur, aliansi tersebut telah mengintensifkan kegiatan pelatihan operasi dan tempur, termasuk prosedur penggunaan senjata nuklir,” kata Shoigu sebagaimana dilansir Kantor Berita TASS Rusia.
“Di sekitar perbatasan kita, NATO telah membangun kehadiran militernya, mengerahkan kontingen militer ekstra dan memusatkan persenjataan ofensif. Latihan skala besar diadakan secara teratur Infrastruktur pelabuhan laut, fasilitas udara dan fasilitas lainnya ditingkatkan, “Kata Shoigu. “Tindakan ini merusak stabilitas strategis dan memerlukan tindakan pembalasan balasan.”
“Kami tidak ingin terlibat dalam konfrontasi militer dengan Barat dan kami siap untuk melakukan dialog yang konstruktif mengenai keseluruhan masalah keamanan,” kata Shoigu.

