Kementerian Pertahanan Rusia telah menolak laporan sejumlah media bahwa pihaknya sedang bekerja untuk mengangkat peralatan rahasia dari Kapal Liman milik mereka yang baru-baru ini tenggelam di Laut Hitam.
Laporan media sebelumnya mengklaim bahwa penyelam militer telah mengangkat peralatan rahasia dari kapal pengintai tersebut.
“Semua peralatan yang diperlukan sudah dibongkar oleh awak sebelum kapal Liman tenggelam dan dikirim ke pangkalan Armada Laut Hitam,” kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan Kamis 4 Mei 2017.
“Laporan tentang dugaan ada masih ada kegiatan untuk mengangkat ‘peralatan rahasia’ dari Liman adalah dugaan amatir yang tidak sesuai dengan kenyataan,” kata pernyataan tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya, Kapal Liman tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal Ashot-7 milik Togo di bagian barat daya Laut Hitam 40 km barat laut Selat Bosporus pada 27 April. Seluruh awak kapal berhasil diselamatkan.
Konsulat jenderal Rusia di Istanbul melaporkan bahwa insiden tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya visibilitas karena kabut. Rusia menyebut Liman sebagai kapal penelitian, namun banyak pihak menyebut kapal ini adalah pengintai atau mata-mata.
Baca juga:
Tabrakan di Selat Bosphorus, Kapal Pengintai Rusia Tenggelam

