China sedang mengembangkan kendaraan tak berawak atau drone anti-kapal ultra rendah yang unik. Kendaraan ini memanfaatkan interaksi aerodinamis antara sayap dan permukaannya – biasanya di laut – untuk terbang lebih rendah dan lebih efisien daripada pesawat konvensional, serta kecepatan jauh lebih tinggi daripada kapal.
Menurut beberapa sumber, sistem anti-kapal generasi berikutnya menggabungkan kemampuan yang telah terbukti dari keluarga rudal anti-kapal dengan kendaraan tidak berawak, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk sebuah amunisi jarak jauh.
Sistem anti kapal tanpa awak ini dapat terbang setinggi 50 cm di atas laut, dapat mencapai ketinggian maksimum 3.000 km, disertai dengan daya tahan 1,5 jam – tergantung pada profil penerbangan. Berat lepas landas maksimum adalah 3.000 kilogram dan bisa membawa muatan 1000 kg.
Para ahli mengatakan bahwa melawan rudal ini akan sangat sulit sulit untuk mendeteksi objek yang terbang sangat rendah.
Baca juga:


