Agresifitas Rusia membuat Inggris akhirnya menaikkan status ancaman negara itu pada level tertinggi. Rusia sedang ditempatkan bagian atas daftar ancaman bagi Inggris yang setara dengan ancaman terorisme dan perang cyber. Berbicara kepada IHS Jane pada tanggal 4 Agustus, Rory Stewart, ketua Komite Pertahanan House of Commons, mengatakan: “Selama ini ancaman dari Rusia ada di bawah level 3. Mereka sekarang terlihat dan akan segera ditempatkan di level tertinggi, level I.”
Pada 22 Juli Komite Pertahanan dan Keamanan mengeluarkan laporan tentang implikasi konflik Ukraina dan Krimea, telah mengakibatkan Inggris melakukan perubahan arah kebijakan pertahanan dengan p 95% dari rekomendasi komite. Stewart mengatakan bahwa jaminan Sekretaris Pertahanan Inggris, Philip Hammond, bahwa pasukan Inggris bisa sepenuhnya menangkal ancaman juga belum diyakini.
Dia menambahkanbahwa adakesulitandalamperubahan kebijakandanprioritas keamanan ke kawasan Baltik karenamembutuhkanpertahanan udaradan pertahanankapal selam.
Pada 2 Agustus Perdana Menteri Inggris David Cameron juga menulis surat kepada Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, merekomendasikan NATO untuk segera mengubah kemampuan reaksi cepatnya untuk mengimbangi apa yang terjadi di Baltik.
Stewart mengatakan Inggris menghadapi kemunduran besar dalam kapasitas dan kontrol, senjata lapis baja dibandingkan Rusia. Analasisa itu berdasarkan laporan intelijen. “Di atas semua yang kita butuhkan adalah kesiapan politi untuk mengambil keputusan cepat terhadap apa yang terjadi di Rusia,” kata Steward
“Kami menghadapi ‘Hybrid Warfare’: kombinasi tindakan oleh angkatan bersenjata, operasi khusus dan intelijen yang semuanya dikendalikan Vlademir Putin sehingga sangat lincah” katanya.
Sumber: IHS Jane

