Pada akhir 1940-an, pembom B-36 adalah kebanggaan Angkatan Udara Amerika. Pesawat mesin piston terbesar yang pernah dibuat. B-36 memiliki lebar sayap 230 kaki yang menjadi terlebar dalam sejarah.
Dengan memiliki rentang terbang 10.000 mil dan beban bom hingga 44 ton, B-36 adalah bomber pertama di dunia dengan kemampuab misi antarbenua tanpa pengisian bahan bakar di jalan.
Namun Angkatan Udara takut mengirim B-36 ke pertempuran tanpa perlindungan tempur terutama dari pesawat musuh yang mencegatnya di udara. Saat itu tidak ada satupun pesawat tempur yang mampu terbang sejauh bomber tersebut. Pengisian bahan bakar di udara? Sebuah teknologi yang masih belum ada kala itu. Tidak ada pesawat tempur yang bisa terbang antarbenua tanpa mengisi bahan bakar.
Lalu munculah ide untuk melengkapi B-36 dengan kabel derek yang membawa sebuah pesawat tempur kemudian melepaskan pesawat kecil itu untuk bertarung melawan pesawat tempur musuh yang datang.
Jika pesawat tempur itu selamat dari pertarungan maka tidak diketahui bagaimana caranya menangkap pesawat itu kembali ke Derek yang ada di bomber. “Rencana dari itu tidak pernah diketahui,” tulis Steve Pace dalam bukunya The Big Book of X-Bom and X-Fighters
Untungnya, Angkatan Udara datang dengan skema yang agak lebih realistis. Merancang sebuah jet tempur cukup kecil untuk muat di dalam teluk bom B-36. Dengan cara itu, formasi dari B-36 bisa membawa pesawat sendiri secara internal, meluncurkan mereka untuk menjadi benteng pertahanan terhadap serangan udara dan mengambil mereka sesudahnya.
Angkatan Udara menyebutnya “parasite fighter” atau pesawat tempur parasit. Dimensinya dibatasi oleh ukuran teluk B-36 hingga tidak lebih dari 15 kaki dan tingginya tidak lebih dari sembilan kaki serta lebar sayap tidak lebih dari lima kaki saat dilipat. Bert pesawat parasit juga tidak boleh lebih dari tiga ton dan membawa empat senapan mesin. Pesawat harus mampu terbang hingga kecepatan 600 mil per jam selama satu jam.
McDonnell Aircraft Corporation adalah satu-satunya kontraktor yang bersedia bekerja dalam batasan tersebut. Insinyur perusahaan mengambil mesin jet Westinghouse J34 dan menambahkan kokpit kecil tepat di atasnya, ditambah sayap kecil yang dilipat secara vertikal. ” XF-85 pada dasarnya mesin nacelle terbang,” sindir Pace.
B-36 masih dalam pengembangan dan tidak ada yang siap untuk pengujian ketika McDonnell menyelesaikan dua prototipe XF-85 dan Angkatan Udara menerima mereka untuk percobaan pada musim panas tahun 1948 dan diuji dengan B-29 yang dimodifiksi.

Tes penerbangan dimulai pada Juli 1948. Pemisahan pesawat cukup sederhana, tapi pada 22 Agustus pilot uji coba Ed Schoch menemukan bagaimana sulitnya untuk mengembalikan pesawat ke induknya. “Dia gagal berlabuh pada upaya pertamanya, dan pada upaya kedua, tali kekang trapeze memukul bagian atas kanopi kokpit,” tulis Pace.
“Kanopi hancur, dan tali kekang memukul helm dan oksigen Schoch. Sebelum Schoch kembali menguasai situasi, pesawat telah turun beberapa ribu kaki.” Pilot itu akhirnya mendarat di darat untuk mencari selamat.
Pengisian bahan bakar udara berkembang dengan cepat setelah itu menjadikan konsep pesawat tempur parasit diperdebatkan. B-36 sendiri pensiun pada tahun 1959, tidak pernah melihat pertempuran.
Baca juga:
6 Kendaraan Militer Paling Menakutkan dalam Perang Dunia I dan II

