F-35 dan Sejarah Kelam Jet Tempur Bersama
F-35/USAF

F-35 dan Sejarah Kelam Jet Tempur Bersama

TIDAK BELAJAR PADA SEJARAH
F-111
F-111

F-35 sepertinya tidak belajar pada sejarah. Pengembangan pesawat tempur bersama sebenarnya bukan kali ini saja dan telah mencatkan sejarah memalukan di masa lalu.

Pada tahun 1961, Menteri Pertahanan Robert McNamara berpikir dia bisa menghemat uang dengan membuat platform yang bisa digunakan bersama oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut. The Tactical Fighter Experimental-awalnya dikenal sebagai TFX, dan kemudian melahirkan F-111 faktanya terbukti sangat mahal, dan tidak kompatibel dengan kebutuhan layanan. Angkatan Laut akhirnya menarik diri dari program.

Sejarawan penerbangan militer Richard Hallion telah menulis, “titik kritis terlalu sering diabaikan dalam diskusi pengalaman dari TFX / F-111 yakni ketidakcocokan dasar dalam mengembangkan badan pesawat tunggal untuk melakukan hal berbeda dari misi Angkatan Udara dan Angkatan Laut.”

Ada alasan praktis di luar biaya untuk mengejar platform terpisah, dan manfaat untuk mengejar redundansi bukan keseragaman. Ketika F-111 kemudian menjadi bencana, Angkatan Laut melahirkan F-4 Phantom yang mampu dikonversi menjadi pesawat yang dapat digunakan untuk Angkatan Udara. Tidak hanya itu F-4 juga terbukti sukses di pasar.

Satu dekade kemudian, karena tidak ingin terjebak dengan pesawat Angkatan Laut yang lain, Angkatan Udara mengembangkan F-16.

Pengalaman pahit F-35 kemudian menjadikan Angkatan Udara dan Angkatan Laut memilih kerjasama dalam pengembangan pesawat tempur generasi keenam. Kerjasama dalam hal penggunaan teknologi, bukan dalam membangun pesawat tunggal untuk kepentingan bersama. Jelas ini sebagai bukti bahwa F-35 telah menjadi ilusi yang jauh dari apa yang direncanakan. Mereka mendapat pelajaran bahwa pengembangan pesawat tempur bersama tidak akan bekerja.