Peta ini Menunjukkan Penyebaran Militer Rusia di Arktik
Pasukan Rusia di Kutub Utara

Peta ini Menunjukkan Penyebaran Militer Rusia di Arktik

kutubRusia terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Arktik Kutub Utara. Sebuah wilayah yang diyakini memiliki cadangan mineral tinggi. Selain itu, mencairnya kutub utara menjadikan kawasan ini akan semakin ramai untuk jalur transportasi kapal.

Hal ini menjadikan Moskow membangun kekuatan militernya dengan cepat di kawasan tersebut.

Moskow melakukan upgrade militer utama di pantai utara dan kepulauan terpencil. Pangkalan baru – termasuk stasiun pencarian dan penyelamatan, pelabuhan dan lapangan terbang, dan markas militer – dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan Rusia di daerah tersebut.

Peta ini menunjukkan persis di mana Rusia sedang membangun pangkalan, dan menempatkan kekuatan militernya.

kutub 4

Untuk mendukung pangkalan militer baru, banyak pangkalan tua era Soviet yang dibuka kembali atau dimodernisasi. Selain itu armada utara akan menjalani upgrade besar pada tahun 2015 yang akan berlangsung hingga akhir dekade ini.

Secara total, Moskow akan membuka sepuluh stasiun pencarian dan penyelamatan di Arktik, 16 port dalam air, 13 lapangan terbang, dan 10 stasiun radar pertahanan udara di pinggiran Arktik.

“Setelah selesai, konstruksi ini akan memungkinkan penggunaan pesawat besar seperti bomber di kawasan itu, Mark Galeotti,” kata seorang ahli Rusia di New York University, dalam tulisannya di The Moscow Times. “Pada tahun 2025, Arktik yang akan dijaga oleh satu skuadron pembom siluman PAK DA.”

Arktik diatur untuk menjadi medan pertempuran geopolitik di masa depan. Pemanasan es di kutub kemungkinan akan mengungkapkan sumber daya alam yang belum dimanfaatkan. AS memperkirakan sekitar 15% cadangan minyak dunia ada di wilayah tersebut, selain juga 30% cadangan gas alam, dan sekitar 20% dari gas alam cair disimpan di dasar laut Arktik. Selain itu, mencairnya es Arktik akan memungkinkan rute pelayaran global lebih cepat.

Pada tahun 2030, catatan Wall Street Journal, rute Laut Utara akan dilalui kapal untuk pengiriman selama sembilan bulan dalam setahun. Rute ini bisa mengurangi waktu perjalanan antara Eropa dan Asia Timur hingga 60% dibandingkan dengan harus melalui Terusan Panama atau Suez. Rusia, Denmark, Norwegia, Kanada, dan Amerika Serikat semua memiliki klaim parsial untuk Lingkar Arktik.