
Konstantin Sivkov, seorang analis pertahanan Rusia, dalam tulisannya di Military Parade yang berbasis Moskow menyatakan tidak mungkin China mampu mengalahkan Amerika Serikat dalam pertempuran kapal induk.
Sivkov mengatakan China memang telah berhasil mengubah peralatan kapal induk Liaoning yang dibeli dari Ukraina dengan menggunakan produk dalam negeri. Radar pencari Tipe 382 Sea Eagle S / C memungkinkan Liaoning untuk melacak 10 target di udara secara bersamaan. Hal ini juga dilengkapi dengan satu set yang terdiri dari empat radar active electronically scanned array yang memberikan Liaoning kemampuan pertahanan udara sangat mirip dengan perusak kelas Arleigh Burke milik Amerika.
Namun, ahli Rusia juga mengatakan bahwa rudal pertahanan udara China hanya bisa mencegat empat hingga lima rudal anti-kapal AS selama pertarungan putaran pertama. Dengan kemamuan perang elektronik Amerika, kemampuan sistem pertahanan udara China akan turun hanya menjadi antara 30% -70%. Dalam skenario ini, Liaoning akan mampu mencegat mungkin tidak lebih dari tiga rudal anti-kapal Amerika di konfrontasi.
Kapal induk China dapat membawa sampai 40 jet tempur J 15 dan 20 helikopter Ka-28. Kapal ini dapat meluncurkan 16 pesawat ke udara secara bersamaan seperti kapal induk kelas Kuznetsov saat ini melayani Angkatan Laut Rusia. Kelompok tempur kapal induk China pertama kemungkinan akan terdiri dari antara empat hingga lima kapal perusak canggih seperti Type 051C, Type 052D dan kapal perusak kelas Sovremennyy serta beberapa frigat Jenis 054A.
Sistem senjata utama dari Liaoning terhadap kapal induk AS adalah rudal anti-kapal YJ-83K. Sivkov mengatakan bahwa China tidak mungkin untuk memenangkan pertempuran kapal induk melawan Amerika Serikat dengan kualifikasi kapal perang saat ini. Sementara kapal perusak AS dapat menembakkan antara 30-40 rudal jarak jauh anti-kapal yang akan menghujani kelompok tempur kapal China dari jarak 600 kilometer, kapal tempur permukaan Angkatan Laut hanya bisa menembakkan 30 rudal.
Dalam konfrontasi langsung dengan Angkatan Laut AS, kemungkinan Liaoning selamat dari hantaman rudal anti-kapal Amerika hanya antara 20% dan 30%. Sementara kemungkinan China bisa membuat kerusakan serius pada kapal induk AS hanya antara 7% dan 15%. Sementara itu, China akan kehilangan dua kali atau bahkan mungkin empat kali jumlah kapal perang dibandingkan Amerika Serikat. Sivkov kembali menengaskan setidaknya dalam waktu dekat, sebelum China mampu membangun kapal induk yang jauh lebih hebat, tidak mungkin mereka bisa mengalahkan Amerika.

