Rencana Australia untuk melengkapi kapal HMAS Canberra dan kapal lain dengan jet tempur F-35 terbentur masalah. Jika hal itu akan dilakukan maka kapal-kapal tersebut harus direkayasa ulang untuk bisa dipakai mendarat dan lepas landas pesawat siluman tersebut. Dan itu membutuhkan biaya sangat besar.
Perdana Menteri Tony Abbott mengusulkan untuk menempatkan jet tempur F-35 pada dua kapal serbu amfibi seberat 27.000 ton milik Angkatan Laut. Abbott telah meminta perencana pertahanan pada Mei tahun lalu untuk memeriksa kemungkinan menempatkan sampai 12 pesawat F-35B yang mampu lepas landas secara vertikal ke dua kapal terbesar di Angkatan Laut. Salah satunya adalah HMAS Canberra yang sudah selesai pada tahun lalu dan telah masuk layanan Angkatan Laut pada bulan November 2014.
Namun para pejabat pertahanan menyatakan kepada komite pertahanan Senat akhir tahun lalu bahwa usulan untuk menempatkan F-35B tidak bisa begitu saja dilakukan. Kapal harus dimodifikasi besar-besaran, termasuk sistem radar baru, sistem instrumen pendaratan, decking tahan panas, restrukturisasi penyimpanan bahan bakar, dan hanggar penyimpanan.
Sumber-sumber pertahanan mengatakan kepada The Australian Financial Review bahwa usulan itu masih menjadi perdebatan dalam penyusunan strategi baru pertahanan. Tapi satu sumber mengatakan sulit sekali untuk mewujudkan rencana itu.
“Ada terlalu banyak kesulitan teknis dalam memodifikasi sebuah kapal yang semula membawa helikopter untuk kemudian dijadikan rumah jet tempur dan juga sangat mahal,” kata sumber itu.
Kertas putih, yang menetapkan visi 20 tahun pemerintah Abbott untuk pertahanan – termasuk anggaran senjata sebesar US$275 miliar diharapkan akan dirilis bulan depan.
Proposal Perdana Menteri akan membawa Australia sejalan dengan Amerika Serikat, Inggris dan sejumlah negara lain yang berencana untuk mengoperasikan F-35 dari kapal serangan mereka.
F-35B yang digunakan oleh Marinir AS dan Inggris akan menggantikan Harrier yang artinya tidak memerlukan banyak perubahan. Sementara versi Angkatan Laut Spanyol akan menggunakan kapal serbu dan transportasi pasukan, yang memanfaatkan desain dasar yang sama dengan pasukan serangan kapal Angkatan Laut Australia ini. Tetapi selama ini kapal tersebut telah dilengkapi Harrier.
Abbott mengumumkan pada bulan April tahun lalu bahwa Australia akan membeli tambahan 58 F-35A yang mendarat dan lepas landas secara konvensional untuk Angkatan Udara Australia dengan biaya US$ 12, 4 miliar, sehingga jumlah pesanan total menjadi 72.
Tapi versi RAAF tidak cocok untuk kapal-kapal serbu mereka. Dalam sebuah laporan think tank , pertahanan Australia Institut Kebijakan Strategis memperingatkan bahwa pembelian pesawat dan kapal modifikasi akan membutuhkan dana miliaran dollar.


