Putin: Hanya Orang Sakit yang Berpikir Rusia akan Serang NATO

Putin: Hanya Orang Sakit yang Berpikir Rusia akan Serang NATO

putinPresiden Vladimir Putin menegaska Rusia bukan ancaman  bagi Barat. Dia juga mengatakan bahwa ia masih berkomitmen terhadap kesepakatan damai Ukraina setelah pecahnya pertempuran baru di timur negara itu.

“Saya akan mengatakan – tidak perlu takut pada Rusia,” kata Putin dalam sebuah wawancara yang diterbitkan harian Italia Corriere della Sera, Sabtu 5 Juni 2015

Dia mengesampingkan kemungkinan konflik luas antara Rusia dan negara-negara anggota NATO. “Dunia sudah banyak berubah sehingga orang-orang dengan pikiran benar tidak bisa membayangkan konflik militer berskala luas dewasa ini.” “Kami punya hal-hal lain yang harus dikerjakan, Saya bisa jamin Anda,” kata Presiden Rusia.

“Hanya orang sakit  yang bisa membayangkan Rusia tiba-tiba menyerang NATO.”

Wawancara dengan Putin itu dirilis oleh Kremlin saat para pemimpin G7 bersiap melakukan pertemuan di Bavarian Alps akhir pekan ini tanpa Rusia.

Dalam wawancara tersebut, Putin menekankan bahwa Rusia hanya ingin mempertahankan diri dari ancaman luar. Ia menekankan bahwa anggota NATO mempunyai anggaran belanja pertahanan 10 kali lebih tinggi dari militer Rusia, dan anggaran AS merupakan yang terbesar di dunia.

Untuk memastikan keseimbangan strategis, Rusia akan mengembangkan “sistem untuk mengungguli pertahanan anti-peluru kendali”, kata Putin. “Kami telah membuat kemajuan nyata ke arah ini,” imbuh dia tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pencaplokan Rusia atas Krimea dari Ukraina pada 2014 menimbulkan kekhawatiran di Eropa, dengan negara-negara Baltic dan Nordik melaporkan peningkatan aktivitas militer Rusia sepanjang tahun lalu.

Pejabat Pentagon mengatakan, Jumat, bahwa AS mempertimbangkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk memperkuat pertahanan rudal atau bahkan mengerahkan rudal berbasis darat di Eropa.

Berbicara mengenai krisis Ukraina, Putin menuding otoritas Kiev tidak mau melaksanakan kesepakatan damai yang disepakati pada Februari di Minsk dengan mediator Eropa, serta melakukan dialog dengan pemberontak pro-Moskow.

“Masalahnya adalah perwakilan otoritas Kiev sekarang tidak ingin duduk bersama dengan mereka,” kata Putin. “Tidak ada yang bisa kita lakukan atas hal ini,” imbuh dia seraya mendesak Barat untuk mendorong Kiev melakukan negosiasi dengan pemberontak.