Mei…
Pohon-pohon jati mulai bersiap untuk perihatin. Daun-daun tertua ikhlas atau tidak akan menerima urutan pertama kering, kemudian gugur. Yang lebih muda menjadi tumpuan untuk menyimpan energi sebesar-besarnya. Mereka harus bertahan sekuat tenaga menjaga suplai kehidupan bagi pohon. Sementara pucuk-pucuk baru ditahan agar tidak tumbuh terlebih dahulu. Mereka harus bersabar menunggu untuk melanjutkan hidup ketika waktunya tiba.
Mei adalah ketidakpastian. Angin tidak bisa ditebak arahnya, kadang terik yang menyengat tiba-tiba berubah menjadi gelap dan tiba-tiba hujan secara brutal menghantam. Tetapi hanya di sebuah wilayah, di jarak yang tidak jauh, suasana bisa saja kontras terjadi.
Mei memang lahir untuk gelisah. Seperti Maia Maiestas. Anak tertua dari Dewa Atlas dalam mitologi Yunani. Dia dan adik-adiknya hidup sengsara karena dikejar-kejad Orion hingga harus berlari meninggalkan Gunung Killene di Arkadia, tempat dia dilahirkan.
Kecantikannya juga berujung pada kegelisahan. Pada suatu malam yang dingin dia diperkosa oleh Zeus hingga lahirlah Hermes. Anak yang mewarisi sikap gelisah ibunya. Dia mencoba menarik perhatian para petinggi dewa.
Saat umurnya baru satu hari, dia merangkak ke Thessaly, sebuah tempat sakral yang tidak sembarang dewa bisa mendekat. Dia mencuri ternak milik Apollo. Tak ada yang membela kecuali ibunya yang gelisah. Zeus, menjadi bapak keparat yang justru ikut menyalahkannya tanpa tahu apa maksud anaknya melakukan hal itu. Dan Maia benar-benar gelisah. Dan kegelisahan itu yang mengutuk Mei. Nama waktu yang diambil dari namanya.
Mei selalu dibebani harapan oleh April yang basah. Dia dipaksa untuk berpihak kepadanya agar tidak terlalu cepat mengubah keadaan. Tetapi di ujung lorong, Juni seperti tak mau tahu. Dia menyeret Mei agar segera memberi tanda akan kedatangannya. Hidupnya diseret dan terbentur-bentur. Itulah yang menjadikan angin kebingungan, matahari seperti tak tahu harus bersikap seperti apa, tanah resah, air terombang-ambing.
Mei adalah transisi dan perubahan
Mei adalah ketidakpastian
Mei adalah keresahan
Maka berharaplah Mei berlalu dengan segera