Indonesia telah meneken kontrak untuk membeli dua fregat terbaik di dunia. Keduanya adalah Iver Huifeldt dan kelas Carlo Bergamini.
Iver Huitfeldt angkatan laut Denmark didasarkan pada lambung yang sama dengan kapal pendukung kelas Absalon, yang dirancang untuk peran komando dan dukungan. Fitur ini memungkinkan untuk sangat mengurangi biaya desain dan konstruksi dari fregat baru ini.
Sementara Carlo Bergamini Italia dikembangkan sebagai bagian dari program fregat multi-misi FREMM Prancis-Italia. Meskipun kapal kelas Carlo Bergamini Italia dan kelas Aquitaine Prancis yang dihasilkan terlihat berbeda, mereka menggunakan banyak subsistem umum.
Kelas Carlo Bergamini memiliki kemiripan yang kuat dengan kelas Horizon, yang merupakan program gabungan Prancis-Italia lainnya.
Sebagai kapal fregat modern, baik Carlo Bergamini dan Iver Huitfeldt memiliki panjang antara 120 hingga 150 meter. Sebenarnya mereka lebih mirip sebagai destroyer. Bergamini sedikit lebih panjang dengan panjang 144,6 meter sementara Iver Huitfeldt 138,7 meter. FREMM hampir 100 ton lebih berat daripada Iver Huitfeldt dengan bobot 6.700 ton. Selain ukuran lebih besar, berat ini juga karena kapal memiliki lebih banyak meriam dan senjata.
Namun fregat Denmark lebih lebar, dengan lebar 19,75 m. Dengan ukuran yang lebih besar, Carlo Bergamini dapat membawa lebih banyak awak dengan 201 kru sedangkan Iver Huitfeldt membawa 165.
Di sisi lain, lebih sedikit awak di Iver Huitfeldt dapat menunjukkan bahwa ia memiliki otomatisasi yang lebih maju dibanding Carlo Bergamini.
Simak selengkapnya dalam tayangan berikut:
